Abstract :
Latar Belakang : Beberapa studi penelitian di rumah sakit di Indonesia
menunjukkan masih menunjukkan tingginya sisa makanan pasien. Penelitian yang
dilakukan di berbagai rumah sakit menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap
cita rasa dan penampilan makanan merupakan penyebab utama tingginya sisa
makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan cita rasa dan
penampilan makanan terhadap daya terima lauk hewani, lauk nabati, dan sayuran
pada pasien post sectio caesarea di RS Anugerah Pekalongan. Penelitian
dilakukan mengingat pentingnya pelayanan gizi di rumah sakit dalam
mempercepat pemulihan pasien melalui asupan makanan yang optimal.
Metode : Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif
dengan metode cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 74 pasien dengan
teknik pengambilan sampel yang digunakan non probability sampling dengan
teknik purposive sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis
bivariate menggunakan uji Kendall Tau.
Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa cita rasa makanan, terutama
aroma dan bumbu lauk hewani, berpengaruh signifikan terhadap daya terima
pasien dengan nilai p sebesar 0,014 (<0,05). Sebaliknya, penampilan makanan
tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan daya terima makanan pasien
(nilai p sebesar 0,106 > 0,05). Dari 74 pasien yang menjadi sampel, mayoritas
menganggap cita rasa makanan memuaskan, sedangkan penampilan makanan
dinilai tidak terlalu mempengaruhi penerimaan makanan.
Simpulan : Ada hubungan cita rasa dengan daya terima makanan pada pasien
post sectio caesarea, sementara penampilan makanan tidak berpengaruh
signifikan.
Kata Kunci : Cita rasa, Penampilan makanan, Daya terima, Sectio caesarea,
Pelayanan gizi