Abstract :
Latar Belakang : Status gizi orang dewasa merupakan asupan energi untuk
kebutuhan tubuh orang dewasa yang digunakan untuk melakukan berbagai
aktivitas atau kegiatan sehingga dapat menyelesaikan tugasnya dalam bekerja.
Petani beresiko memiliki gizi kurang dari pada gizi lebih yang digambarkan
dengan tingginya jam kerja yang tidak diimbangi dengan peningkatan konsumsi
energi. Status Gizi dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kebiasaan sarapan dan
asupan energi
Tujuan : Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan sarapan,
asupan energi dengan status gizi pada petani di Dusun Tolokan, Kecamatan
Getasan, Kabupaten Semarang.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan metode cross sectional. Sampel yang
digunakan pada penelitian ini adalah petani berusia (27-63 tahun) di Dusun
Tolokan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Sampel ditentukan dengan
menggunakan teknik sampling jenuh atau total sampling. Pengumpulan data
dilakukan dengan wawancara secara langsung (door to door) untuk memperoleh
usia dan data FFQ dan pengukuran tinggi badan dan berat badan menggunakan
alat microtoise dan timbangan. Analisa data menggunakan uji kendall tau (? =
0.05).
Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan
antara kebiasaan sarapan, asupan energy dengan status gizi pada petani di Dusun
Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang dengan p-value <0.05 (0.033
dan 0.01).
Simpulan : Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan, asupan energy dengan
status gizi pada petani di Dusun Tolokan, Kecamatan Getasan, Kabupaten
Semarang
Kata Kunci : Asupan Energy, Kebiasaan Sarapan dan Status Gizi Petani.