Abstract :
Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit di rumah sakit
yang memerlukan diet khusus. Pada umumnya rumah sakit memiliki standar
makanan bagi pasien yaitu makanan standar diet dan makanan standar non-diet
yang disesuaikan dengan keadaan pasien di rumah sakit. Daya terima makan pasien
dapat diukur dengan menggunakan visual comstock yaitu mempresentase makanan
sebelum dan sesudah dikonsumsi sisa makanan yang tersisa dipiring. Rendahnya
daya terima makanan pada pasien diabetes melitus yang ditunjukkan dengan
rendahnya asupan makanan serta tingginya sisa makanan merupakan masalah yang
serius untuk segera ditangani.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui gambaran daya terima lauk
hewani dan lauk nabati pasien rawat inap terhadap menu diet diabetes melitus di
RSUD Lamandau.
Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif. Populasinya yaitu seluruh pasien DM yang dirawat di RSUD
Lamandau pada bulan Mei dengan berjumlah 36 pasien. Sampel yang digunakan
sebanyak 36 responden dengan teknik insidental sampling.
Hasil: Hasil dari penelitian ini dapat diketahui bahwa gambaran sisa makanan
pasien diabetes melitus berdasarkan jenis makanan yang diterima di RSUD
Lamandau menunjukkan bahwa lauk hewani memiliki presentase 27,4%, sementara
lauk nabati memiliki presentase sisa 47%. Gambaran daya terima makanan lauk
hewani pasien rawat inap penderita diabetes melitus di RSUD Lamandau
menunjukkan bahwa aspek penampilan memiliki nilai paling tinggi yang disukai
oleh pasien DM dengan nilai skor 68%. Sedangkan pada daya terima lauk nabati
paling tinggi pada aspek tekstur dengan nilai skor 60,56%.
Saran: Disarankan bagi rumah sakit agar dapat dijadikan sebagai bahan masukan,
pertimbangan dan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan makanan
yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Lamandau.