DETAIL DOCUMENT
GAMBARAN STATUS GIZI SETELAH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) BERBAHAN PANGAN LOKAL PADA BALITA STUNTING USIA 24-59 BULAN DI DESA TANJUNG DAN DESA KALIJAMBE KECAMATAN BRINGIN KABUPATEN SEMARANG
Total View This Week0
Institusion
Universitas Ngudi Waluyo
Author
DAMAYANTI, ALFINA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-10-25 01:54:16 
Abstract :
Latar Belakang: Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka stunting di Kabupaten Semarang mencapai 18,7%. Salah satu upaya mengatasi stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran status gizi setelah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal pada balita stunting usia 24-59 bulan di Desa Tanjung dan Desa Kalijambe Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan populasi penelitian sebanyak 239 balita. Sampel sebanyak 12 balita stunting dipilih dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dengan menggunakan timbangan injak digital dan tinggi badan dengan menggunakan stadiometer untuk mengukur status gizi balita. Hasil: Status gizi balita berdasarkan BB/U sebanyak 3 orang (25%) sangat kurus, 3 orang (50,0%) memiliki berat badan normal dan sebanyak 6 orang (25%) memiliki berat badan kurang. Status gizi berdasarkan TB/U sebanyak 5 orang (58,3%) dalam kategori sangat pendek, dan dalam kategori pendek sebanyak 10 orang (83,3%) dan 2 orang (16,7%) dalam kategori sangat pendek. Status gizi berdasarkan BB/TB sebanyak 10 orang (83,3%) memiliki status gizi baik dan 2 orang (16,7%) memiliki status gizi kurang. Simpulan: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal sangat berpengaruh terhadap peningkatan status gizi balita yang lebih baik. Perlu perhatian dan pendampingan khusus untuk ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan mengenai status gizi dan pola pemberian makan kepada anak. Kata Kunci: PMT Lokal, Status Gizi, Stunting 
Institution Info

Universitas Ngudi Waluyo