Abstract :
Latar Belakang: Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 angka
stunting di Kabupaten Semarang mencapai 18,7%. Salah satu upaya mengatasi
stunting dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tujuan penelitian ini
mengetahui gambaran status gizi setelah Pemberian Makanan Tambahan (PMT)
berbahan pangan lokal pada balita stunting usia 24-59 bulan di Desa Tanjung dan
Desa Kalijambe Kecamatan Bringin Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif observasional dengan populasi
penelitian sebanyak 239 balita. Sampel sebanyak 12 balita stunting dipilih dengan
metode total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat badan dengan
menggunakan timbangan injak digital dan tinggi badan dengan menggunakan
stadiometer untuk mengukur status gizi balita.
Hasil: Status gizi balita berdasarkan BB/U sebanyak 3 orang (25%) sangat kurus,
3 orang (50,0%) memiliki berat badan normal dan sebanyak 6 orang (25%)
memiliki berat badan kurang. Status gizi berdasarkan TB/U sebanyak 5 orang
(58,3%) dalam kategori sangat pendek, dan dalam kategori pendek sebanyak 10
orang (83,3%) dan 2 orang (16,7%) dalam kategori sangat pendek. Status gizi
berdasarkan BB/TB sebanyak 10 orang (83,3%) memiliki status gizi baik dan 2
orang (16,7%) memiliki status gizi kurang.
Simpulan: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal sangat
berpengaruh terhadap peningkatan status gizi balita yang lebih baik. Perlu perhatian
dan pendampingan khusus untuk ibu balita dalam meningkatkan pengetahuan
mengenai status gizi dan pola pemberian makan kepada anak.
Kata Kunci: PMT Lokal, Status Gizi, Stunting