Abstract :
Latar Belakang : Stunting merupakan masalah gizi pada balita yang masih banyak
ditemukan dan merupakan masalah yang saat ini mendapatkan perhatian khusus oleh
pemerintah. Anak stunting akan mengalami masalah perkembangan kognitif dan
psikomotor serta lebih mudah terkena penyakit degenerative. Desa Sebakung dengan
prevalensi Stunting 28.9% dan Kelurahan Long kali prevalensi Stunting 25,5%. IMD dan
ASI eksklusif menjadi salah satu penyebab terjadinya stunting.
Tujuan penelitian : Mengetahui hubungan Inisisasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI eksklusif
dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas Long Kali
Kabupaten Paser Kalimantan Timur.
Metode Penelitian : Jenis penelitian ini termasuk deskriptif korelasi dengan pendekatan
cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 24-59 bulan di
daerah lokus stunting yaitu Desa Sebakung dan Kelurahan Long Kali tahun 2024 dengan
jumlah anak usia 24-59 bulan sampai bulan April 2024 sebanyak 263 anak. Teknik
sampling pada penelitian ini menggunakan proporsional random sampling dengan jumlah
sampel sebanyak 73 responden. Analisis data menggunakan uji chi square.
Hasil Penelitian : Kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan diwilayah kerja Puskesmas
Long Kali sebagian besar anak stunting (63%). Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada anak usia
24-59 bulan diwilayah kerja puskesmas Longkali Kaupaten Paser sebagian besar tidak
dilakukan IMD (43%). ASI Eksklusif pada anak usia 24-59 bulan diwilayah kerja puskesmas
Longkali Kaupaten Paser sebagian besar tidak ASI eksklusif (60,3%). Ada hubungan Inisiasi
Menyusu Dini (IMD) (p value 0,0001) dan ASI Ekslusif (p value 0,0001) dengan kejadian
stunting pada anak usia 24-59 bulan diwilayah kerja puskesmas Longkali.
Simpulan : Ada hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dan ASI Ekslusif dengan kejadian
stunting pada anak usia 24-59 bulan.
Kata kunci : Inisiasi Menyusu Dini (IMD), ASI Ekslusif, Kejadian Stunting,
Anak usia 24-59 bulan