Abstract :
Kukis merupakan cemilan popular yang biasanya dibuat dari tepung
terigu. Penggunaan tepung terigu dapat digantikan oleh pangan local yaitu ubi jalar putih.
Kabupaten Semarang merupakan salah satu penghasil ubi jalar putih yang dapat dijadikan
substitusi karena kandungan karbohidrat dan serat yang tinggi. Meningkatkan kandungan
gizi kukis, ditambahkan kacang hijau yang kaya protein. Produk kukis ini dikembangkan
dan diuji mutu organoleptik serta dihitung kandungan gizinya.
Tujuan: Untuk mengetahui mutu organoleptic, kandungan energi, protein, lemak,
karbohidrat, dan serat pada kukis tepung ubi jalar putih dan tepung kacang hijau.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Design. Perlakuan
dilakukan dengan membuat kukis dengan subtitusi tepung ubi jalar putih dan
tepung kacang hijau dengan F1 (60%:40%), F2 (50%;50%), F3 (40%:60%)
kemudian dilakukan uji mutu organoleptic, dan menghitung kandungan gizi
menggunakan TKPI.
Hasil: Uji mutu organoleptik menunjukkan bahwa kukis paling renyah adalah Formulasi
1. Semua formula kukis memiliki aroma, rasa, dan warna normal. Kandungan gizi kukis
dari tepung ubi jalar putih dan tepung kacang hijau berdasarkan TKPI adalah: F1 (energi
968,25 kkal, protein 18,01 gram, lemak 51,11 gram, karbohidrat 91,25 gram, 3,88 gram),
F2 (energi 993,35 kkal, protein 13,85 gram, lemak 50,95 gram, karbohidrat 85,35 gram,
3,85 gram), F3 (energi 1.018,46 kkal, protein 22,09 gram, lemak 50,78 gram, karbohidrat
100,05 gram, 3,82 gram).
Simpulan : Kukis dengan tekstur paling renyah adalah F1. Berdasarkan uji
organoleptik, aroma, rasa, dan warna ketiga formula normal. Kukis dengan kandungan
gizi paling tinggi adalah F3.