Abstract :
Nefrolitiasis atau batu ginjal (BG) merupakan kondisi
umum yang mempengaruhi sistem kemih. Nefrolitiasis atau batu ginjal (BG)
merupakan kondisi yang mempengaruhi sistem kemih, sekitar 12% populasi
dunia (Alelign & Petros, 2018) . Diperkirakan 1-15% orang menderita
pembentukan batu ginjal selama hidupnya, dan prevalensi terjadinya batu
ginjal diketahui meningkat di seluruh dunia (Morgan & Pearle, 2016) . Tujuan
penelitian ini untuk menganalisis efek obat thiamin (T), captopril (C),
vitamin E (E), dan herbal kamil three in one (K) terhadap kadar kreatinin
ureum pada tikus induksi etilen glikol.
Metode: Penelitian eksperimental murni post test with control grup dengan
25 tikus dibagi 5 kelompok perlakuan secara acak. Sampel darah tikus
diambil melalui jantung setelah dilakukan anestesi dan pembedahan. Kadar
kreatinin dan ureum dianalisis dengan reagen kit dan data di uji dengan
oneway Anova.
Hasil: Kadar kreatinin tertinggi diperoleh kelompok K (0,196±0,191 mg/dl),
kelompok T (0,070±0,059 mg/dl), dan C (0,062±0,073 mg/dL), kadar ureum
tertinggi yaitu kelompok kamil K dan kelompok Negatif (N) dengan kadar
304,42±419,97 mg/dl dan 140,84±59,73 mg/dl, disusul vitamin E dengan
kadar 77,96±5,824 mg/dl. Ada perbedaan tidak bermakna kadar kreatinin dan
ureum terhadap kelompok perlakuan.
Kesimpulan: Analisis efek pengobatan menggunakan thiamin, captopril,
vitamin E dan kamil three in one, berbeda tidak bermakna terhadap kadar
kreatinin dan tidak berefek terhadap kadar ureum dengan p (>0,05).