Abstract :
Bank BTN adalah Badan Usaha Milik Negara Indonesia yang berbentuk perseroan
terbatas dan bergerak dibidang jasa keuangan perbankan. Beberapa aktivitas menuntut
pekerja untuk lebih produktif. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap tingkat
produktifitas pekerja adalah faktor Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Sehingga,
untuk meningkatkan kerja perlu ditunjang lingkungan kerja yang ergonomis salah
satunya aspek desain tempat kerja. Dalam tranformasi digital Bank BTN mengusung
desain Kantor bertema Smart branch diantaranya pada BTN Kantor Cabang
Semarang. Dalam ruang tersebut terdapat Meja kerja yang di peruntukan untuk
Customer service. Pada saat melakukan pekerjaannya diketahui bahwa, Customer
service mengeluh posisi kerja tidak nyaman karena harus mengetik dengan posisi
duduk menyamping sehingga menyebabkan sakit pada pinggang, pegal-pegal pada
pundak, merasakan lelah dan kaku terutama pada bagian pergelangan tangan, bahu,
dan pinggung. Kemudian dilakukan penelitian menggunakan metode RULA (Rapid
Upper Limb Assesment) dengan data Kuesioner Nordic Body Map kepada 4 Customer
service. Adapun tujuan penelitiannya yaitu Menganalisis Gambaran Postur Kerja dan
Keluhan MSDs dari Aspek Ergonomi pada Customer service PT Bank Tabungan
Negara Kantor Cabang Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif yaitu menggambarkan mengenai objek yang diteliti dengan
menggunakandata primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3
responden di Kantor Cabang Semarang terkait keluhan MSDs bagian tubuh pekerja
yang dikeluhkan sakit dan memiliki resiko terjadinya cidera pada otot yaitu bagian
leher atas, leher bagian bawah, punggung, pinggang, pantat dengan tingkat resiko
Tinggi yang berarti diperlukan tindakan segera. Untuk 1 Customer service di Kantor
Cabang Pembantu tembalang tingkat resiko rendah dan tidak ada yang di keluhkan
sehingga belum diperlukan adanya tindakan perbaikan. Hasil pengkuran postur kerja
pada 3 Customer service Kantor Cabang Semarang didapatkan Skor RULA 7, artinya
risiko terjadi pada level sangat tinggi. Untuk pengukuran postur kerja pada 1
Customer service Kantor Cabang Pembantu Tembalang didapatkan Skor RULA 3.
Skor 7 menunjukkan bahwa kondisi ini berbahaya maka pemeriksaan dan perubahan
diperlukan dengan sangat segera saat itu juga dan perlu dilakukan tindakan segera
pada Kantor Cabang Semarang. Adapun usulan perbaikan meja kerja yaitu dengan
memperbaiki kursi dan meja yang lebih ergonomi guna mengurangi tingkat keluhan
MSDs dan menghindari Postur Kerja Janggal pada Customer service sehingga dapat
bekerja lebih Efektif, Nyaman, Aman, Sehat, dan Efisien (ENASE).
Kata kunci: Customer service, Ergonomi, NBM, RULA