Abstract :
Menurut World Health Organization (WHO) sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian setiap tahunnya karena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, Pada 2023 terdapat kurang lebih 21 juta anak tidak mendapat imunisasi dasar lengkap (IDL) dan bahkan ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Tujuan penulisan ini untuk memberikan gambaran pelaksanaan pelayanan program imunisasi dasar lengkap (IDL) dalam mendukung capaian UCI di wilayah Puskesmas Kranggan, Kabupaten Temanggung. Metode kajian ini menggunakan metode deskriptif. Pada tahun 2022 capaian UCI Puskesmas Kranggan mencapai 71,42%, walaupun sudah ada peningkatan capaian desa UCI dari tahun 2021 tetapi belum semua desa telah mencapai UCI. Diperoleh prioritas penyebab masalah adalah kurangnya dukungan lintas sektoral dalam pelaksanaan pelayanan program imunisasi. Objective Goal dari analisis perencanaan program ini yaitu melaksanakan strategi pendekatan advokasi pelayanan program imunisasi. Dilaksanakan kegiatan pengembangan optimalisasi koordinasi dan advokasi pelayanan program imunisasi dengan lintas sektoral, tokoh masyarakat, kader kesehatan untuk memperoleh dukungan dan kerjasama dalam melaksanakan kegiatan optimalisasi pelayanan imunisasi di desa (posyandu balita) Hasil pencatatan dan pelaporan di akhir tahun 2023 diperoleh hasil capaian imunisasi dasar lengkap 100.2 % dan capaian UCI tercapai 100% yang artinya 7 desa di wilayah Puskesmas Kranggan telah mencapai UCI. Untuk mempertahankan capaian dan target agar tetap tercapai di tahun 2024, dilakukan upaya pengembangan dengan inovasi pengingat jadwal imunisasi melalui media sosial grup Whatshapp ? Eling Vaksin?, sebagai pengingat ibu bayi balita sasaran imunisasi yang tidak datang pada saat jadwal seharusnya anak mendapatkan pelayanan imunisasi.