Abstract :
Latar belakang: Karyawan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
keberhasilan sebuah perusahaan. Oleh karena itu, aspek kesehatan dan
keselamatan karyawan harus diperhatikan, terutama saat berada di tempat kerja.
Bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial adalah salah satu dari
banyak hal yang dapat mengganggu produktivitas karyawan. Faktor fisik, kimia,
dan biologi mungkin mudah dikendalikan dalam beberapa kasus, sehingga tingkat
gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut telah jauh
berkurang. Namun, saat ini, hal yang perlu diperhatikan adalah aspek psikososial
dan ergonomi (Irwandi, 2007). Menurut penelitian yang dilakukan oleh Wati dan
Haryono (2011) tentang hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja
karyawan laundry di Kelurahan Warungboto Kecamatan Umbulharjo Kota
Yogyakarta, ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja
dan kelelahan kerja. Catatan hasil pekerjaan dapat menunjukkan jumlah hasil rata-
rata yang dicapai oleh setiap tenaga kerja. Hasil rata-rata ini dapat digunakan
untuk menghitung kebutuhan tenaga kerja. Hal ini sesuai dengan teori Suma'mur
(2009), yang menyatakan bahwa banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh
tenaga kerja fisik atau mental. Karena aktivitas fisik yang dilakukan saat
melakukan pekerjaan, pekerja menerima beban. Pekerjaan berat membutuhkan
banyak istirahat dan waktu kerja yang pendek. Beban kerja adalah tugas-tugas
yang diberikan kepada tenaga kerja atau karyawan untuk diselesaikan dalam
jangka waktu tertentu dengan menggunakan keterampilan dan potensi mereka.
Menurut Munandar (2011) Secara khusus, beban kerja dibagi menjadi dua
kategori: beban kerja fisik dan mental. Beban kerja fisik memerlukan energi otot
untuk bekerja, dan konsumsi energi adalah faktor utama yang menentukan
seberapa berat atau ringan suatu pekerjaan. Sebaliknya, beban kerja mental adalah
jumlah upaya yang dilakukan oleh pikiran untuk menyelesaikan tugas yang
memerlukan input kognitif seperti perhatian, ingatan, konsentrasi, dan
pengambilan keputusan. Karyawan Laboratorium Nala Medical Center di
Kabupaten Semarang saat ini memiliki jam kerja cukup panjang. Dengan adanya
karyawan Laboratorium Nala Medical Center yang bekerja lebih dari 8 jam kerja
dalam beberapa hari secara berturut ? turut. Beban kerja karyawan sangat
bervariasi tergantung pada peran spesifik mereka, ukuran klinik, dan tingkat
volume pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran beban
kerja fisik dan mental pada karyawan Laboratorium Nala Medical Center di
Kabupaten Semarang.
Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Dengan
populasi sejumlah 60 orang. Namun, sampel yang digunakan adalah karyawan
dengan status pekerja tetap sejumlah 52 karyawan. Laboratorium Pusat Medis
Nala di Kabupaten Semarang dengan teknik pengambilan purposive sampling..
Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Analisis data dalam penelitian
ini menggunakan analisis univariat.
Hasil: Sebagian besar responden yaitu 45 orang responden (86,5%) dalam hal ini
memiliki beban kerja fisik dalam kategori ?Ringan? kemudian disusul oleh
kategori ?sedang? yaitu dengan 6 orang responden (11,5%) dan ?Berat? dengan
jumlah 1 orang karyawan (1,9%). Sebagian besar responden yaitu 29 orang
responden (55,8%) dalam hal ini memiliki beban kerja mental dalam kategori
?Sedang? kemudian disusul oleh kategori ?Tinggi? dengan jumlah 18 orang
responden (34,6%) dan terakhir adalah 5 orang karyawan (9,6%) dengan kategori
?Rendah?
Simpulan: Karyawan Laboratorium Nala Medical Center di Kabupaten Semarang
saat ini memiliki beban kerja fisik yang cukup ringan. Namun, beban kerja mental
yang dimiliki oleh karyawan Laboratorium Nala Medical Center di Kabupaten
Semarang masuk mengarah pada kategori tinggi.
Kata kunci: beban kerja fisik, beban kerja mental, karyawan laboratorium