Abstract :
Sejalan dengan pesatnya perkembangan kota diikuti dengan tuntutan
lalu lintas yang semakin padat memerlukan perhatian untuk kondisi
persimpangan. Tidak seimbangnya jumlah lalu lintas dengan lebar
efektif jalan, serta pendeknya waktu hijau akan menyebabkan tundaan
serta antrian lalu lintas persimpangan. Kasus persimpangan seperti ini
terjadi pada simpang Pasar Alai kota Padang. Dari perhitungan kondisi
eksisting dapat diketahui bahwa pada masing-masing pendekat memiliki
derajat kejenuhan yang tinggi. Pendekat Utara menunjukkan nilai DS
sebesar 1,205, pendekat Selatan DS sebesar 1,546, pendekat Timur DS
sebesar 1,302 dan pendekat Barat DS sebesar 0,840. Dari nilai-nilai di
atas menunjukkan bahwa simpang sudah berada dalam kondisi jenuh
sehingga diperlukan pengaturan ulang seperti penurunan hambatan
samping, perubahan fase sinyal, optimasi waktu siklus dan perubahan
geometrik. Hasil pengaturan ulang dengan penurunan hambatan
samping, optimasi waktu siklus dan larangan belok kiri pada pendekat
Selatan tanpa perubahan geometrik menjadi langkah terbaik dalam
mengurangi masalah lalu lintas yang ada pada simpang Pasar Alai kota
Padang dengan nilai derajat kejenuhan yang diperoleh pada tiap
pendekat sebesar 1.0.
Kata Kunci : Simpang Bersinyal, Derajat Kejenuhan, Optimasi