Abstract :
Tujuan
Penggunaan alat kontrasepsi modern merupakan salah satu upaya untuk menurunkan
jumlah kelahiran. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan faktor sosiodemografi
dan perilaku dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi modern di Provinsi
Sumatera Barat tahun 2012.
Metode
Penelitian ini menggunakan data sekunder Survei Demografi Kesehatan Indonesia
(SDKI) tahun 2012 dengan desain cross sectional study. Data dianalisis pada Bulan
Maret-Agustus 2015. Jumlah data yang dianalisis dalam sampel penelitian adalah
117 responden. Pengolahan data menggunakan analisis univariat, bivariat
menggunakan Chi-square dan multivariat menggunakan Regresi logistik.
Hasil
Hasil univariat didapatkan persentase responden menggunakan kontrasepsi modern
lebih banyak pada responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal di Sumatera
Barat tahun 2012. Variabel yang berhubungan dengan penggunaan alat kontrasepsi
modern adalah tingkat pendidikan istri p-value=0.080 (OR=0.357), pengetahuan pvalue=
0.057 (OR=0.291), keinginan memiliki anak p-value=0.025 (OR=0.255)
sedangkan variabel dukungan suami tidak terdapat hubungan yang bermakna. Hasil
analisis multivariat didapatkan variabel yang paling berhubungan dengan
penggunaan alat kontrasepsi modern adalah keinginan memiliki anak p-value=0,025
(OR=0.255).
Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan istri, pengetahuan, keinginan
memiliki anak memiliki hubungan yang bermakna dengan penggunaan alat
kontrasepsi modern. Keinginan memiliki anak merupakan variabel paling
berhubungan penggunaan alat kontrasepsi modern. Disarankan kepada instansi
terkait (Dinas Kesehatan dan BKKBN Perwakilan Sumatera Barat) untuk
meningkatkan upaya penyuluhan mengenai jumlah anak yang ideal, keuntungan dan
kerugian alat kontrasepsi modern.
DaftarPustaka : 48 (1996-2014)
Kata Kunci : Kontrasepsi Modern, Keinginan Memiliki Anak