Abstract :
Balok merupakan salah satu bagian dari elemen struktur
bangunan. Balok juga dikenal sebagai elemen lentur, yaitu elemen
struktur yang dominan memikul gaya dalam berupa berupa momen
lentur dan juga geser. Pada balok beton bertulang keruntuhan geser
terjadi akibat kelemahan beton terhadap gaya tekan yang bekerja
padanya. Pada balok keruntuhan geser ditandai dengan adanya retak
diagonal pada balok tersebut, dan besarnya gaya geser pada balok beton
bertulang berhubungan dengan pengaruh rasio tulangan longitudinal
yang digunakan.
Pada penelitian ini dilakukan metoda analitik tentang pengaruh
rasio tulangan terhadap kekuatan geser balok pada sambungan balokkolom
dengan 3 macam variasi benda uji. Yaitu: SBK-S 02 dengan Ï =
0,0067 ; SBK-S 03 dengan Ï = 0,01 ; dan SBK-S 05 dengan Ï = 0,0167.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah semakin besar
rasio tulangan yang digunakan maka semakin besar beban yang dapat
ditahan oleh balok tersebut. Hal ini dibuktikan dengan program ATENA
dan RCCSA ataupun secara eksperimental dan rasio tulangan juga
mempengaruhi kapasitas geser dari penampang balok tersebut. Untuk
pola retak pada benda uji dimulai pada daerah muka kolom yang
ditandai dengan retak vertikal. Semakin besar rasio tulangan maka retak
vertikal juga semakin banyak seiring pertambahan beban hingga balok
tersebut mengalami keruntuhan yang ditandai dengan retak diagonal.
Kata Kunci: balok beton bertulang, rasio tulangan, pola retak