Abstract :
Skripsi ini menjelaskan marketing politik yang dilakukan oleh calon
perseorangan (independent) IJP-JOSS pemilukada Kota Pariaman tahun 2013 dan
mengidentifikasi faktor yang menyebabkan kekalahan pasangan tersebut. Dalam
menjelaskan marketing politik pasangan IJP-JOSS dilihat dari segmentasi, targetting dan
positioning pada pemilukada Adapun identifikasi faktor penyebab kekalahan dilihat
faktor personal kandidat, sumber daya sosial dan ekonomi, dan pemilih yang berorientasi
partai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teori
yang digunakan sebagai proses analisis adalah teori marketing politik menurut Smith dan
Hirst. Pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling , dengan
kriteria yang ditentukan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil dari penelitian ini
menemukan bahwa pelaksanaan marketing politik yang dilakukan pasangan IJP-JOSS,
dari segi segmentasi adalah mengidentifikasi masyarakat berdasarkan demografi, sosialbudaya,
dan sebab akibat dengan target sasaran pemilih untuk melakukan sosialisasi
adalah seluruh kalangan dengan melihat potensi-potensi dari segi ekonomi, politik dan
pendidikan yang di miliki oleh Kota Pariaman. Selain itu positioning yang dilakukan
pasangan ini berbentuk door to door dengan membagikan tabloid, jalan-jalan
menggunakan Odong-odong, membuka taman baca, membuka lembaga kursus gratis, dan
melaksanakan kegiatan sosial setiap hari Rabu. Faktor yang menyebabkan pasangan IJPJOSS
kalah pada pemilukada adalah popularitas IJP-JOSS yang masih belum dikenal oleh
masyarakat Kota Pariaman secara keseluruhan, singkatnya waktu sosialisasi yang
dilakukan IJP-JOSS, tidak memiliki jaringan massa yang kuat, kondisi sosial masyarakat
yang masih lebih memilih pemimpin yang domisili di Kota Pariaman.
Kata kunci : pemilukada, marketing politik, segmentasi, targetting, positioning