Abstract :
Obat anti inflamasi non steroid (OAINS) merupakan sekelompok obat
yang heterogen secara kimia, namun memiliki banyak persamaan dalam efek
terapi maupun efek samping.1 Golongan obat ini menghambat proses
peradangan, memiliki efek analgesik dan antipiretik serta menghambat proses
agregasi trombosit.2,3
Kelompok obat ini pertama kali dilaporkan oleh Edmund Stone pada
pertengahan abad ke-18 yang berkhasiat untuk mengobati demam. Pada tahun
1829 Leroux berhasil mengisolasi zat aktif tersebut menjadi salisin. Hidrolisis
salisin menghasilkan glukosa dan salisilat alkohol yang selanjutnya
dikonversi menjadi asam salisilat. Salisin pertama kali digunakan oleh
MacIagan tahun 1874 untuk mengobati inflamasi pada demam rematik.
Setelah terbukti mempunyai khasiat sebagai anti inflamasi, Felix Hoffman
membuat derivat sintetik yaitu aspirin. Selanjutnya pada tahun 1963
ditemukan indometasin yang merupakan obat pertamakali untuk artritis
rematoid. 3,4