Abstract :
Corona Virus Deisease (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis Corona virus (tipe beta (?-CoV). Guna melindungi diri dari Virus berbahaya ini WHO merecomendasikan tatalaksana tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 antara lain adalah hand hygiene , socialdistancing,memakai masker dan meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu untuk meningkatkan system pertahanan tubuh melawan virus dengan pemberian Vaksin COVID-19.Melihat aktivitas masyarakat dimedia sosial, masih banyak di temukan seruan kelompok yang menolak vaksin COVID-19 salah satunya lansia.Lansia termasuk kelompok prioritas vaksinasi karena lansia merupakan kelompok berisiko tinggi terkena COVID-19.Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran penerimaan diri lansia terhadap COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan studi kasus denga wawancara semi terstruktur. Pemilihan partisipan dalam penelitian inimenggunakan snowball sampling yang didapatkan jumlah partisipan sebanyak 5 orang yang berberada di wilayah RW 03 Kelurahan Pasie Nan Tigo. Hasil wawancara dikumpulkan berupa rekaman wawancara ditranskripkan secara verbatim dan di olah sehingga menghasilkan 4 tema utama yaitu kurangnya pengetahuan lansia tentang Vaksin COVID-19, lansia beranggapan vaksin COVID-19 tidak penting, kecemasan lansia terhadap efek samping vaksin COVID-19, keraguan lansia akan kehalalan vaksin COVID-19. Diharapkan pada pelayanankesehatan agar meningkatkan kuantitas serta kualitas penyebaran informasi mengenai vaksin COVID-19 secara langsung ataupun melalui media sosial mengenai vaksinasi sterutama pada lansia di wilayah RW 03 Kelurahan Pasie Nan Tigo.