Abstract :
Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang menjadi 5 provinsi
tertinggi kejadian bencana seperti gempa bumi dan tsunami. Salah satu kelompok
yang rentan terkena dampak bencana gempa bumi dan tsunami adalah nelayan.
Nelayan menjadi beresiko terkena dampak bencana dikarenakan nelayan
melakukan aktivitas dan menghabiskan banyak waktunya di laut untuk mencari
nafkah dan sebagian besar juga tinggal di wilayah pesisir. Oleh karena itu perlu
adanya kesiapsiagaan masyarakat nelayan dalam menghadapi bencana seperti
gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan
desain cross sectional dengan jumlah sampel 54 responden menggunakan metode
total sampling. Instrumen yang digunakan LIPI/ISDR 2006. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa 31,3% nelayan tidak tamat sekolah, 60,4% nelayan memiliki
tingkat kesiapsiagaan dengan kategori siap. Parameter pengetahuan dan sikap
tentang bencana sebanyak 64,6% dengan kategori siap, parameter rencana tanggap
darurat bencana sebanyak 60,4% dengan kategori belum siap, parameter sistem
peringatan bencana sebanyak 29,2% dengan kategori hampir siap dan parameter
mobilisasi sumber daya sebanyak 43,8% dengan kategori belum siap. Penelitian
ini menyarankan kepada nelayan RT 03 RW 10 Kelurahan Pasie Nan Tigo agar
meningkatkan kesiapsiagaan tanggap darurat bencana dalam menghadapi bencana
gempa bumi dan tsunami.