Abstract :
Sumatera Barat memiliki tujuh segmen patahan yang sangat beresiko untuk terjadi
gempa bumi dan berdampak langsung terhadap masyarakat. Kota Padang
merupakan salah satu daerah pesisir Sumatera Barat yang memiliki risiko tinggi
terjadi gempa bumi dan tsunami. Mempersiapkan kader siaga bencana adalah
salah satu tindakan promotif dan preventif yang bisa dilakukan secara. Salah satu
peran kader saat terjadi gempa adalah tanggap darurat adalah terlibat dalam
penyelamatan baik nyawa maupun harta benda. Oleh karena itu pengetahuan
dalam menghadapi bencana gempa dan tsunami sangat bermanfaat bagi kader.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif.
Sampel berjumlah 23 orang diambil menggunakan Purposive sampling dengan
teknik sampling non random sampling. Pengolahan data dilakukan dengan sistem
komputerisasi dan analisis dengan analisa univariate. Hasil penelitian
menunjukkan sebagian besar (65,2%) kader memiliki tingkat pengetahuan yang
sedang, sebagian besar (60,9%) kader memiliki tingkat rencana tanggap darurat
yang tinggi, sebagian besar (65,2%) kader memiliki tingkat sistem peringatan
bencana yang tinggi, hampir setengah (39,1%) kader memiliki tingkat mobilisasi
sumber daya yang rencah, hampir setengah (43,5%) kader memiliki siap untuk
menghadapi gempa bumi. Penelitian ini menyarankan kepada institusi pendidikan
keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai
kesiapsiagaan kader siaga bencana menghadapi kejadian bencana gempa bumi,
sebagai pedoman dalam meningkatkan mutu pendidikan dan panduan selanjutnya.