Abstract :
Kota Padang merupakan salah satu daerah pesisir di Sumatera Barat yang
memiliki resiko tinggi terjadinya bencana yang dapat menimbulkan kerugian
material, psokososial bahkan korban jiwa termasuk didalamnya kelompok rentan
terutama pada lansia. Salah satu faktor penyebab timbulnya korban akibat bencana
adalah kurangnya kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana.
Banyak upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan
masyarakat, salah satunya dengan mengetahui persepsi lansia terhadap risiko
bencana yang mungkin terjadi. Persepsi yang baik dapat memudahkan seseorang
dalam penerimaan informasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi lansia terhadap risiko
bencana di RW 04 Kelurahan Pasie Nan Tigo. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, menggunakan kuesioner
persepsi terhadap risiko bencana, tehnik pengumpulan data melalui wawancara
terpimpin dengan menggunakan google form, Pengambilan sample dengan tehnik
total sampling dengan jumlah responden 32 orang. Hasil penelitian menunjukan
lebih dari separuh lansia 59,4% memiliki persepsi positif terhadap risiko bencana,
kurang dari separuh 40,6% yang memiliki persepsi negatif. Perlu peningkatan
pengetahuan lansia melalui penyuluhan dan edukasi yang berkelanjutan dan dalam
optimalisasi perlu kerja sama lintas program untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap dan persepsi lansia kearah yang lebih baik dan positif terkait pentingnya
kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana dan risiko bencana.