Abstract :
Jembatan merupakan alat penghubung yang penting dalam
jaringan transportasi jalan, yang berfungsi untuk menghindari
gangguan/hambatan alam atau buatan manusia. Jembatan juga
merupakan aset modal dalam perekonomian suatu wilayah, maka
keberadaannya perlu mendapat perhatian agar kinerja serta umur
layanannya sesuai dengan rencana awal konstruksi.
Kota Padang memiliki 108 jembatan yang tersebar di seluruh
kota Padang, 13 diantaranya jembatan gantung, 25 jembatan rangka
baja, 12 jembatan leger INP, dan 58 jembatan beton. Dalam perencanaan
dan pemeliharaan jembatan ini tentunya membutuhkan biaya yang
tentunya tidak sedikit. Salah satu metode ya ng dapat digunakan
untuk menganalisa biaya ekonomis sebuah bangunan/jembatan dengan
mempertimbangkan biaya pengoperasian sepanjang umur hidup
jembatan adalah metode life cycle cost (siklus daur hidup).
Analisa biaya life cycle cost dilakukan pada Jembatan Kembar
Andalas Simpang Haru karena mewakili jembatan rangka baja dan
jembatan girder beton yang mendominasi jembatan di kota Padang, serta
memiliki bentang yang sama. Berdasarkan serangkaian analisa
life cycle cost diperoleh perbandingan biaya untuk jembatan rangka baja,
biaya pengadaan jembatan 63.52%, biaya operasional dan perawatan
23.73%, biaya bongkaran 2.46%, dan nilai sisa mencapai 10.29%
terhadap total biaya life cycle cost Rp 34,831,850,317.63, sedangkan
untuk jembatan girder beton, biaya pengadaan jembatan mencapai
62.09%, biaya operasional dan perawatan 27.71%, biaya bongkaran
5.42%, dan nilai sisa 4.79% dari total biaya life cycle cost
Rp 27,834,959,613.69. Jika dibandingkan dengan analisa NPV,
jembatan girder beton memiliki biaya yang lebih ekonomis.
Kata kunci : Jembatan, Life cycle cost, Jembatan Rangka Baja,
Jembatan Girder Beton.