Abstract :
Bencana gempa bumi terjadi selalu membawa banyak resiko pada semua kalangan
termasuk remaja. Remaja disini merupakan sebagai agent of change dalam
penurunan resiko bencana. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi resiko
bencana yang akan terjadi dengan melakukan kesiapsiagaan bencana. Yang dapat
dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat yaitu dengan melakukan
penyuluhan. Penyuluhan merupakan pemberian informasi serta pemahaman yang
benar agar masyarakat tidak salah dalam mempersepsikan informasi
kesiapsiagaan bencana. Persepsi yang baik dapat memudahkan seseorang dalam
penerimaan informasi sehingga dapat meningkatkan pemahaman. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi remaja terhadap penyuluhan
kesiapsiagaan bencana gempa bumi yang dilakukan di RW 14 Kelurahan Pasie
Nan Tigo. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara
mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Partisipan yang berpartisipasi dalam
penelitian ini berjumlah sebanyak 4 orang. Dari analisis data, di dapatkan 2 tema
yaitu Tanggapan Terhadap Penyuluhan yang bagus ditandai dengan perasaan
pastisipan yang senang dan pendapat partisipan mengenai pentingnya diadakan
penyuluhan karena dapat meningkatkan pengetahuan, dan Pengetahuan dan Sikap
Terhadap Bencana yang di kategorikan baik yang ditandai dengan pengetahuan
partisipan terhadap bencana yang baik dan sikap siaga partisipan dalam
menghadapi bencana yang akan datang. Di harapkan pelayanan yang diberikan
oleh tenaga kesehatan khususnya penyuluhan pada remaja menjadi rutin diadakan