Abstract :
Tanaman tebu atau yang biasa disebut Saccharum officinarum L. dalam Bahasa latin,
termasuk dalam jenis tanaman rumput-rumputan. Permasalahan yang sering muncul pada
budidaya tebu yakni mulai munculnya ketergantungan petani terhadap pupuk anorganik,
yang menyebabkan kemerosotan sifat-sifat tanah. Pupuk organik adalah pupuk yang
sebagian besar atau seluruhnya terdiri dari bahan organik yang berasal dari sisa tanaman
dan kotoran hewan. Pemberian pupuk organik dapat memperbaiki struktur tanah, dan
sebagai sumber zat makanan bagi tanaman. Pupuk organik cair (POC) dapat secara cepat
mengatasi defesiensi hara dan mampu menyediakan hara secara cepat. Selain itu,
penggunaan varietas unggul akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan vegetative dan
generative tanaman, salah satu varietas unggul masak tengah-lambat yang dapat
digunakan adalah VMC 76-16. Kegiatan Tugas Akhir ini dilaksanakan pada bulan Maret?
Juni 2021 dan bertempat di lahan penelitian Politeknik Negeri Jember yang bertujuan
untuk mengetahui adanya pengaruh penyemprotan pupuk organik cair terhadap
pertumbuhan tanaman tebu bud set Varietas VMC 76-16. Kegiatan ini menggunakan
perhitungan uji t-test dengan 2 perlakuan yaitu penyemprotan pupuk organik cair dan
kontrol (tidak menggunakan pupuk organik cair). Hasil Tugas Akhir ini menunjukkan
hasil berbeda nyata (signifikan) pada parameter daya kecambah, sedangkan pada
parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan menunjukkan berbeda sangat
nyata (sangat signifikan). Penyemprotan POC terhadap pertumbuhan tanaman tebu
varietas VMC 76-16 cenderung lebih baik dibandingkan dengan tanaman tebu varietas
VMC 76-16 tanpa perlakuan penyemprotan POC.