DETAIL DOCUMENT
Hubungan Suhu Dan Kelembaban Terhadap Produksi Susu Sapi Perah (Studi Kasus Di Upt Pt Dan Hmt Kediri)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Irfana, Hasbi Alifian Budi
Subject
216 - Produksi Ternak 
Datestamp
2022-03-10 03:12:00 
Abstract :
Hubungan Suhu Dan Kelembaban Terhadap Produksi Susu Sapi Perah (Studi Kasus di UPT PT dan HMT Kediri), Hasbi Alifian Budi Irfana, NIM C31181047, Tahun 2022, 32 hlm. Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember, Theo Mahiseta Syahniar, S.Pt., M.Si (Pembimbing Utama). Sapi perah adalah sapi yang dikembangbiakkan karena kemampuannya dalam menghasilkan susu. Jenis sapi perah yang dikembangkan di wilayah Indonesia kebanyakan bangsa Friesian Holstein (FH) yang berasal dari negara iklim sub tropis. Sapi FH menunjukkan penampilan produksi terbaik jika ditempatkan pada suhu lingkungan yang nyaman yaitu berkisar 13-18°C dan apabila melebihi suhu nyaman tersebut ternak akan melakukan penyesuaian secara fisiologis dan secara tingkah laku (behavior), sehingga usaha peternakan sapi perah Indonesia pada umumnya dipelihara pada daerah yang memiliki ketinggian lebih dari 750 mdpl dengan tujuan untuk penyesuaian lingkungan. Wilayah UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Kediri tergolong daerah dataran sedang. Dataran di UPT PT dan HMT Kediri memiliki karakteristik yang berbeda dengan daerah peternakan sapi perah pada umumnya sehingga memiliki perbedaan produktivitas sapi perah dengan dataran tinggi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan suhu dan kelembaban terhadap produksi susu sapi perah di UPT PT dan HMT Kediri. Pengamatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 September hingga 31 Oktober 2020. Pengecekan suhu mengunakan thermohygrometer yang diletakkan di dalam kandang dan luar kandang. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa rata-rata suhu pada bulan September pagi 23,5±0,5°C untuk siang 29,7±0,7°C dengan kelembaban pagi 93,1±4,9% untuk siang 58,5±5,5%. Untuk bulan Oktober rata-rata suhu pagi 24±1°C pada siang hari 29,1±1,4°C dan untuk kelembaban pagi 94,4±4,6% untuk kelembaban siang 66,9%±5,1. Dari uji korelasi yang dilakukukan menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban mempunyai hubungan terhadap produksi susu. 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember