Abstract :
Resiko penggunaan gas LPG yang sering terjadi kebocoran adalah terdapat
pada tabung gas atau instalasi gas. Berdasarkan hasil pengujian Badan
Standardisasi Nasional (BSN), sebanyak 66% tabung gas yang diuji ternyata tidak
layak pakai. Seiring dengan meningkatnya penggunaan gas LPG, maka kualitas
produk tabung gas mengalami penurunan, serta perlunya pengawasan produk
tabung gas dari pihak produsen. Sehingga tidak dapat menimbulkan bahaya.
Kebocoran gas paling sering berasal dari celah antara mulut tabung dan regulator.
Ini disebabkan seal yang berfungsi sebagai penyekat celah antara katup tabung gas
dan regulator tidak bekerja. Pada saat ini alat deteksi dini kebocoran gas LPG
yang dijual di masyarakat masih bersifat stand alone, hanya bisa dipantau pada
area dimana alat tersebut diletakkan. Jadi untuk mengetahui adanya kebocoran gas
hanya lewat suara buzzer yang berbunyi nyaring dan jangkauannya tidak bisa jauh
hanya sebatas di ruang lingkup itu saja.
Pada perancangan alat ini, untuk mendeteksi ada dan tidaknya kebocoran
gas LPG digunakan sebuah sensor gas MQ-6 yang sudah banyak diproduksi dan
beredar luas dipasaran, sebagai pengontrol dan pengolah datanya menggunakan
NodeMCU. Selain itu sistem ini juga mampu mengirim informasi ke MQT
apabila terjadi kebocoran gas LPG berupa pesan singkat yaitu dengan aplikasi
Web.