Abstract :
Perbaikan Rantai Pasok Daging Domba di Kabupaten Jember, Ersan Sulastio Pambudi, NIM C31181050, Tahun 2021, 45 halaman, Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember, Dr. Niswatin Hasanah S.Pt., MP (Dosen Pembimbing). Komoditas peternakan mempunyai prospek yang potensial untuk dikembangkan. Kebutuhan masyarakat akan produk peternakan setiap tahunnya akan mengalami peningkatan, hal ini dikarenakan kesadaran dari masyarakat akan pentingnya gizi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas hidup. Karakteristik produk peternakan yang mudah diterima masyarakat, hal ini menunjukkan bahwa produk peternakan dibutuhkan dan memiliki peluang pasar yang potensial dalam pemasaran salah satunya usaha peternakan domba. Domba adalah salah satu ternak yang potensial untuk dikembangkan karena cepat berkembangbiak, jumlah anak sekelahiran biasanya lebih dari satu, memiliki daya adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan setempat dan pemeliharaannya juga relatif mudah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui alur rantai pasok daging domba serta upaya perbaikan rantai pasok daging domba di Kabupaten Jember. Studi ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2020 sampai bulan September 2020 yang dilaksanakan di Harjo Lestari Farm, Desa Lampeji, kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, provinsi Jawa Timur. Kebutuhan konsumsi produk domba yang berupa daging dan hasil ikutannya semakin meningkat setiap tahunnya. Peningkatan jumlah penduduk diiringi dengan semakin bertambahnya permintaan akan daging domba. Tingginya permintaan terhadap daging domba mendorong peternak untuk semakin giat meningkatkan hasil ternaknya. Nilai produksi daging domba yang tinggi secara keseluruhan harus diimbangi dengan kegiatan penanganan dan pemasaran yang tepat agar dapat memberikan nilai tambah semaksimal mungkin bagi daging domba itu sendiri, hal tersebut diperlukan karena rantai pasok (supply chain) yang panjang dapat mempengaruhi peningkatan harga dan juga kualitas dari daging. ix Berdasarkan studi yang telah dilaksanakan aliran rantai pasok daging di kabupaten Jember masih terlalu panjang dan dapat lebih di efisiensikan kembali dengan cara menerapkan pemasaran yang lebih ringkas yaitu dengan menghubungkan secara langsung peternak atau jagal dengan konsumen akhir (end customer). Saluran distribusi daging domba di Kabupaten Jember adalah efisien berdasarkan nilai efisiensi pemasaran, margin pemasaran yang menguntungkan (Ski>Sbi) dan shared value. Tingkat efisiensi pada saluran pemasaran I ( 3 tingkat ) yaitu 0,2. Saluran II memiliki tingkat efisensi pemasaran sebesar 0%. Nilai tambah yang diperoleh sebesar Rp 132.578/kg atau 64% dari total output yang dihasilkan. Upaya perbaikan rantai pasok daging domba di kabupaten Jember adalah dengan menerapkan pemasaran dar peternak lasung ke konsumen yaitu dengan cara mengintegrasikan peternak langsung dengan konsumen akhir agar peternak mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi. Jika peternak memiliki ternak dalam jumlah kecil, peternak dapat membentuk suatu kelompok peternak agar mampu memenuhi kebutuhan konsumen