DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Perbedaan Waktu Pemerahan Terhadap Performa Produksi Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Laktasi 4 Di UD. Handoyo Blitar-Jawa Timur
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Nudin, Bakhrul Ichsan
Subject
216 - Produksi Ternak 
Datestamp
2022-06-22 04:36:01 
Abstract :
Pengaruh Perbedaan Waktu Pemerahan Terhadap Performa Produksi Susu Sapi Perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) Pada Laktasi 4 di UD. Handoyo Blitar-Jawa Timur, Bakhrul Ichsan Nudin NIM C31190384, Tahun 2022, 34 halaman, Peternakan, Politeknik Negeri Jember, Ir. Nurkholis, S.Pt., M.P., IPM (Pembimbing Utama). Sapi PFH yaitu hasil perkawinan genetika sapi perah Friesian Holstein (FH) dan sapi jenis ongole untuk mendapatkan keturunan sapi baru yang bisa cepat beradaptasi dan tahan dengan suhu panas di Indonesia. Sapi perah yang terkenal yakni sapi perah bangsa Fresian Holstein (FH), sedangkan sapi perah yang banyak diternakkan di Indonesia yakni sapi perah jenis Peranakan Friesian Holstein (PFH). Sapi PFH mampu memproduksi susu mencapai 10 liter/ekor/hari. Kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui produksi susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) pada waktu pemerahan yang berbeda di UD. Handoyo, Blitar. Penelitian ini dilaksanakan pada 1 September ? 31 Desember 2021. Parameter penelitian yang digunakan adalah jumlah pemberian pakan dan produksi susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH). Jumlah pemberian pakan di UD. Handoyo terdiri dari campuran hijauan berupa tebon jagung sebanyak 10,1 kg/ekor/hari dan konsentrat jadi sekitar 3,6 kg/ekor/hari. Jadi, diperoleh jumlah pemberian pakan per ekornya sekitar 13,7 kg/hari dan jumlah pemberian pakan setiap harinya sama. Berdasarkan aspek jumlah pemberian pakan dengan kebutuhan pakan, pemberian pakan sapi perah PFH di UD. Handoyo kurang dari kebutuhannya. Berdasarkan hasil penelitian, rerata produksi susu sapi perah PFH di UD. Handoyo pemerahan pagi hari pada kisaran 7,45 ? 9,1 liter/ekor/hari dan pemerahan sore hari pada kisaran 4,96 ? 6,4 liter. Dapat diartikan bahwa produksi susu pada pemerahan pagi jumlahnya lebih banyak dibandingkan sore hari. Penyebabnya yakni dari lama istirahat atau jarak waktu pemerahan pagi relatif panjang dibandingkan sore hari. Dari hasil uji t test menunjukkan bahwa perbedaan waktu pemerahan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi susu sapi perah PFH di UD. Handoyo. 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember