Abstract :
Hidroponik vertikal (vertikultur) merupakan sistem bercocok tanam secara
hidroponik dan dilakukan secara vertikal. Tanaman yang dibudidayakan disusun
dalam model bertingkat dari bawah ke atas. Melalui teknik ini bisa dibudidayakan
sekitar 30 tanaman di lahan yang luasnya hanya sekitar 50 x 50 cm saja. Untuk
rancang alat hidroponik sebelumnya oleh Ivan (2019) memiliki beberapa
kelemahan, diantaranya adalah pemberian larutan nutrisi yang tidak seragam dari
tower pertama hingga terakhir dikarenakan dimensi alat yang tidak efisien. Oleh
sebab itu tujuan dari penelitian adalah merancang dan menguji kinerja serta
mengetahui efisiensi dari alat pemberian nutrisi pada tanaman selada secara
vertikal yang telah dimodifikasi. Pembuatan alat pemberian larutan nutrisi
tanaman selada secara vertikal dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2021
di Lab TTA Politeknik Negeri Jember. Adapun parameter yang diamati yaitu nilai
debit seragam, kualitas hasil tanaman.
Modifikasi alat pemberian larutan nutrisi tanaman selada secara vertikal
diharapkan dapat menjaga kebutuhan nutrisi tanaman selada serta dapat bercocok
tanam di lahan yang ukurannya sempit sekalipun. Modifikasi sistem pemberian
larutan nutrisi tanaman selada secara vertikal ini berukuran panjang 2.5 m, tinggi
1.33 m, dan kapasitas tanaman yang dibudidayakan dapat mencapai 80 tanaman.
Alat ini juga dilengkapi sprinkler buatan yang dimana pemberian nutrisinya tidak
hanya fokus satu titik melainkan menyebar ke segala arah pada tanaman yang
berada di setiap tower agar mendapatkan nutrisi yang merata dari atas hingga
yang paling bawah.
Pengujian menunjukkan bahwa nilai CU yang didapat sebesar 90.43% dan
hasil tanaman selada dengan berat tanaman rata rata 38.7 gram per tanaman, total
hasil tanaman 3.2 kg tanaman selada.