Abstract :
Bioetanol saat ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar. Bioetanol dihasilkan dari proses fermentasi bahan yang mengandung gula atau pati. Salah satu bahan yang dapat dibuat bioetanol adalah molases yang merupakan produk samping dari pengolahan tebu menjadi gula. Proses pembuatan bioetanol dari molases dilakukan dengan tiga tahapan. Tahap pertama yaitu mengetahui kandungan molases, standarisasi nilai brix, dan standarisasi pH. Tahap kedua yaitu penelitian utama terdiri dari persiapan bahan baku, pengenceran, variasi brix (15% ,20% dan 25% ), Variasi pH (4, 4.5 dan 5), Fermentasi menggunakan kosentrasi 0.8% ragi roti selama 3 hari. Tahap ketiga yaitu distilasi, perhitungan rendemen dan pengamatan kadar etanol. Kadar bioetanol yang dihasilkan dari fermentasi molases adalah berkisar 26,5%-48% v/v, Perbedaan nilai brix berpengaruh sangat nyata terhadap kadar etanol yang dihasilkan yaitu dengan hasil tertinggi didapatkan pada perlakuan Brix 25% dengan kadar etanol sebesar 48% v/v, Variasi pH 4 hingga 5 pada substrat molases tidak terlalu mempengaruhi proses fermentasi bioetanol, Total rendemen distilasi bioetanol berkisar antar 8,65-10,17 %. Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mencari variasi nilai brix yang lebih tinggi sehingga didapatkan hasil etanol yang maksimal. Suhu yang digunakan pada proses distilasi adalah 93º C, hal itu karena pada suhu 78º C proses distilasi tidak berhasil dilakukan. Suhu distilasi harus tetap stabil agar hasil distilasi menjadi optimal. Kata Kunci : Molasses, Brix, pH, Fermentasi, Distilasi.