Abstract :
Tingkat Efektivitas Barium Klorida dan Kacang Hijau dalam Deteksi Kebuntingan pada Sapi Betina Peranakan Ongole (PO), Friska Zahrotul Jannah, NIM C31191108, Tahun 2022, 41 Halaman, Program Studi Produksi Ternak, Jurusan Peternakan, Politeknik Negeri Jember, Ir. Nurkholis, S.Pt., MP., IPM. (Dosen Pembimbing). Pembibitan sapi potong merupakan sumber utama dari budidaya sapi potong di Indonesia. Salah satu unit pemerintah yang beroperasi dalam budidaya pembibitan yaitu Loka Penelitian Sapi Potong yang terletak di Grati. Jenis sapi yang dibudidayakan yaitu sapi potong lokal salah satunya Sapi Peranakan Ongole (PO). Persilangan dilakukan menggunakan inseminasi buatan dimana keberhasilannya dapat dilihat melalui terjadinya kebuntingan. Pemeriksaan kebuntingan dilakukan menggunakan barium klorida dan kacang hijau. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat efektivitas dari penggunaan barium klorida dan kacang hijau dalam deteksi kebuntingan pada sapi betina Peranakan Ongole (PO). Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Desember 2021 sampai 1 Januari 2022. Penelitian ini menggunakan sampel urin dari 6 sapi betina Peranakan Ongole yang bunting yang dilakukan pengujian barium klorida dan kacang hijau dengan penambahan aquades. Data yang didapatkan yaitu tanggal inseminasi buatan untuk menentukan umur kebuntingan, sensitivitas dan akurasi yang diperoleh dari perhitungan true prositive dan false negative dari pengujian, kemudian data masingmasing dibandingkan sensitivitas dan akurasinya untuk menentukan tingkat efektivitasnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa barium klorida dan kacang hijau dapat digunakan untuk mendeteksi sapi Peranakan Ongole yang sedang bunting. Barium klorida dapat mendeteksi sapi yang sedang bunting dengan terjadinya perubahan warna pada sapi yang tidak bunting dan tetap jernih pada sapi bunting. Sedangkan, kacang hijau dapat mendeteksi kebuntingan berdasarkan penghambatan perkecambahan yang terjadi pada sapi yang sedang bunting.