Abstract :
Kambing Perah merupakan salah satu komoditi ternak yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia. Jenis kambing perah yang ada di
kalangan masyarakat umumnya berjenis tipe dwiguna atau tipe penghasil daging
dan susu. Kambing perah yang banyak tersebar di sekitar masyarakat salah satunya
adalah kambing Senduro. Kambing Senduro merupakan kambing hasil persilangan
antara kambing Ettawa asli India, kambing Kacang, dan kambing Jawarandu yang
berasal dari Kabupaten Lumajang. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian
Nomor 1055/Kpts/SR.120/10/2014 tentang Penetapan Galur Kambing Senduro,
kambing Senduro telah ditetapkan sebagai sumber daya genetik lokal ternak Indonesia. Produksi susu kambing Senduro mencapai 0,8-1,8 liter/ekor/hari, dimana hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain genetik, umur,
periode laktasi, pakan, kondisi lingkungan, kesehatan ternak, dan ukuran-ukuran
tubuh.
Studi ini bertujuan untuk mengkaji adanya keterkaitan ukuran tubuh, dalam
hal ini adalah bobot badan terhadap produksi susu kambing Senduro. Studi
dilaksanakan di UPT Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak Malang
selama 30 hari, mulai tanggal 5 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,
yang berlokasi di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Studi produksi susu menggunakan metode pengamatan, pengambilan data
secara harian dan mingguan serta studi literatur mengenai faktor yang
mempengaruhi produksi susu. Pengambilan data bobot badan dilakukan secara
mingguan, sedangkan produksi susu dilakukan secara harian pada setiap pagi hari.
Setelah itu, data yang terkumpul akan dianalisa secara deskriptif menggunakan
analisa regresi sederhana.
Hasil studi ini menyatakan rata-rata bobot badan kambing Senduro
mengalami peningkatan dari minggu pertama hingga minggu keempat, dengan ratarata tertinggi sebesar 57,19 kg. Sedangkan untuk produksi susu cenderung tidak
stabil, dengan rata-rata tertinggi sebanyak 263,57 ml pada minggu kedua. Hasil
analisa yang dilakukan menyatakan bahwa ternak yang memiliki bobot badan kecil
maupun besar tidak memberikan perbedaan dalam menghasilkan susu. Model
prediksi yang digunakan dalam persamaan analisa regresi menyatakan bobot badan
ternak terhadap produksi susu kambing Senduro memiliki taraf kepercayaan 28,8%.
Hal ini diduga sebagai kecenderungan indukan dimana pada saat masa laktasi,
cadangan nutrisi akan dimobilisasi ke ambing untuk produksi susu, sehingga bobot
badan akan menurun seiring dengan produksi susu yang tinggi.