Abstract :
Sapi perah adalah salah satu ternak yang bisa menghasilkan susu untuk di konsumsi oleh manusia, bangsa sapi perah yang banyak di pelihara di Indonesia pada umumnya berjenis Peranakan Friesian Holstein (PFH) yang berasal dari Belanda. Sapi Friesien Holstein (FH) bisa menghasilkan susu dengan maksimal jika berada pada tempat yang memiliki suhu sekitar 13-18°C, sehingga kebanyakan usaha-usaha peternakan sapi perah berada pada dataran tinggi yang memiliki suhu rendah. Wilayah peternakan sapi perah di UPT PT dan HMT Kediri berada pada dataran sedang, sehingga suhu yang ada pada daerah UPT PT dan HMT Kediri berkisar 25-27°C pada pemerahan pagi hari dan 30-35°C pada pemerahan siang hari, hal ini mungkin bisa berpengaruh pada produksi susu ternak-ternak yang ada di UPT PT dan HMT Kediri. Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi antara suhu kandang dengan produksi susu yang ada di UPT PT dan HMT Kediri. Tugas Akhir dilakukan pada 1 September ? 30 November 2021. Hasil dari Tugas Akhir ini menunjukkan bahwa rata-rata suhu lingkungan UPT PT dan HMT Kediri berkisar 25±1,6°C pada bulan September pagi dan 31±2,0°C pada siang hari, sedangkan pada bulan September pagi berkisar 26,1±1,7°C ,sedangkan siang hari berkisar 32±2,1°C, dan yang terakhir suhu di bulan November pada pagi hari berkisar 25±1,6°C, dan siang hari 30±2°C. Dari hasil uji korelasi di dapatkan hasil bahwa terdapat hubungan negatif antara suhu kandang dengan produksi susu di UPT PT dan HMT Kediri yang memiliki arti , semakin tinggi suhu kandang maka semakin rendah produksi susu ternak sapi perah.