Abstract :
?Pengaruh Pemberian Air Cucian Beras Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Jamur Janggel? Ari Bustami, NIM A31191348, Tahun 2022, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Tri Rini Kusparwanti, MP (Pembimbing). Jamur janggel jagung termasuk jenis jamur dari golongan Basidiomycota karena mempunyai basidium (seperti payung). Jamur janggel jagung memiliki prospek yang bagus untuk bisnis pertanian. Jamur tongkol jagung juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, kandungan gizi tinggi, dan jamurnya mirip dengan jamur jerami yang sering dilihat ketika petani selesai panen padi. Pengaplikasian air cucian beras memberikan pengaruh sangat nyata pada tinggi jamur umur 24, 29, 34, 39, dan 44 HST. Pengaplikasian air cucian beras berbeda nyata pada berat jamur per sampel umur 24 HST dibanding kontrol (tanpa air cucian beras). Budidaya jamur janggel dengan pengaplikasian air cucian beras tidak memberikan pengaruh (ns) pada waktu tumbuh miselium, diameter tudung, dan berat jamur per sampel umur 29, 34, 39, & 44 HST. Hasil analisa usaha tani PUM budidaya jamur janggel dengan aplikasi air cucian beras memperoleh keuntungan Rp. 199.000, dengan total biaya produksinya Rp. 180.000 dan hasil produksi jamur mencapai 18,95 kg. Budidaya jamur janggel dengan aplikasi air cucian beras pada jamur janggel layak untuk dijadikan suatu usaha tani karena R/C ratio > 1,00 yaitu sebesar 2,11, BEP unit 9,00 kg dan BEP harga Rp 9.498,68-/kg. Hasil produksi jamur janggel tanpa air cucian beras mencapai 16,59 kg dengan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp. 169.800, total biaya produksi sebesar Rp. 189.800. Budidaya jamur janggel tanpa aplikasi air cucian beras pada jamur janggel layak untuk dijadikan suatu usaha tani karena R/C ratio > 1,00 yaitu sebesar 2,17, BEP unit 8,10 kg dan BEP harga Rp Rp 9.209,78-/kg.