Abstract :
Bawang merah adalah salah satu tanaman sayuran berbentuk umbi yang umum dibudidayakan di Indonesia. Bawang merah biasanya digunakan oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu penyedap masakan nusantara. Komoditas bawang merah pun juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi, oleh karena itu tidak heran apabila banyak petani yang menanam bawang merah sebagai komoditas utama usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil produksi TSS bawang merah dan usahataninya dengan dua paket perlakuan, yaitu menggunakan perlakuan vernalisasi (P1) dan tanpa vernalisasi (P2) di dataran rendah Probolinggo dengan introduksi lalat hijau. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengaplikasian vernalisasi pada bawang merah varietas Biru Lancor berpengaruh sangat nyata pada parameter Tinggi Tanaman di 7 HST, berpengaruh sangat nyata pada parameter Jumlah Daun di 7 ? 28 HST, berpengaruh nyata pada parameter Jumlah Daun di 42 HST, berpengaruh sangat nyata pada parameter Jumlah Anakan di 7 ? 28 HST, berpengaruh nyata pada parameter Jumlah Anakan di 35 HST, dan berpengaruh tidak nyata pada parameter Tinggi Tanaman di 14 ? 42 HST, parameter Jumlah Daun di 35 HST, parameter Jumlah Anakan di 42 HST, dan parameter Bobot TSS per Umbel, Bobot TSS per Tanaman, dan Bobot 27 butir TSS.