Abstract :
Hasil produksi kelapa sawit salah satunya ditentukan oleh terjadinya proses penyerbukan. Proses penyerbukan tanaman kelapa sawit sangat bergantung pada serangga penyerbuk Elaeidobius kamerunicus Faust. Peran serangga penyerbuk pada tanaman kelapa sawit dapat dioptimalkan dengan melakukan pengembangan teknologi hatch and carry, sehingga proses penyerbukan dapat berlangsung secara alami. Tujuan dalam kegiatan ini untuk mengetahui pengaruh teknologi hatch and carry terhadap produksi kelapa sawit di Divisi III PT. Mananjung Hayak. Kegiatan ini dilakukan di Divisi III PT. Mananjung Hayak Kalimantan Tengah pada bulan September 2021 sampai dengan Januari 2022. Kegiatan ilmiah ini menggunakan data sekunder capaian produksi hasil aplikasi teknik hatch and carry yang tersedia di administrasi kebun. Data sekunder yang dianalisis yaitu data produksi blok E3 yang mengembangkan teknologi hatch and carry dan data produksi blok G3 yang tidak mengembangkan teknologi hatch and carry pada tahun 2019 sampai dengan tahun 2021. Perbandingan hasil potensi jumlah janjang per Hektar dan potensi produksi tandan buah segar (Kg/Ha) pada blok yang mengembangkan teknologi hatch and carry sebagai P1 dan hasil potensi jumlah janjang per Hektar dan potensi produksi tandan buah segar (Kg/Ha) pada blok yang tidak mengembangkan teknologi hatch and carry sebagai P0, menggunakan analisis Uji-T. Hasil analisisa terhadap parameter potensi jumlah janjang per hektar dan potensi produksi tandan buah segar (Kg/Ha) menunjukkan bahwa tidak berpengaruh nyata terhadap t-tabel 5% dan hatch and carry masih belum efektif terhadap potensi jumlah janjang per Hektar dan potensi produksi tandan buah segar (Kg/Ha).