Abstract :
Di Indonesia masyarakat sekarang lebih menyukai makanan cepat saji. Pada
perubahan pola makan tersebut akan memicu terjadinya masalah gizi seperti
penyakit degeneratif yaitu hipertensi dan beresiko mengalami obesitas. Seseorang
yang menderita obesitas akan memicu terjadinya penyakit hipertensi. Terjadinya
penyakit hipertensi merupakan kurangnya mengkonsumsi kalium dan serat.
Pemberian makanan selingan sumber kalium dan serat dapat mengurangi resiko
hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik brownies kukus dari
tepung mocaf dan tepung hunkwe sebagai makanan selingan sumber kalium dan
serat. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak
Kelompok (RAK) dengan 6 formulasi. Penetapan formulasi dalam penelitian ini
90%:10%, 80:20%, 70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, dan 40%:60% setiap
perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian, brownies dengan
proporsi tepung mocaf 40% dan tepung hunkwe 60% menghasilkan produk
brownies terbaik dari hasil uji organoleptik dengan rerata kesukaan terhadap
warna yaitu suka/cokelat tua, rasa suka/manis, aroma suka/kurang beraroma apek
dan tekstur agak suka/agak berongga. Hasil uji kimia brownies dengan perlakuan
terbaik memiliki kadar kalium 134,81 mg, serat pangan 5,84 gram, protein 7,72%,
lemak 8,02%, karbohidrat 35,45%, abu 1,31%, dan air 47,31%. Untuk satu kali
konsumsi, penderita dianjurkan untuk mengonsumsi 3 buah brownies, dengan
kandungan per sekali makan yaitu energi 260 kkal, protein 6,56 gram, lemak 6,97
gram, karbohidrat 30,13 gram, kalium 114,58 mg dan serat pangan 4,96 gram.
Dalam sehari, akan diberikan 3 kali makanan selingan.
Kata Kunci : Brownies, Tepung Mocaf, Tepung Hunkwe, Kalium, Serat, dan
Hipertensi.