Abstract :
Usaha Kecil Saudara Jaya merupakan salah satu industri tahu yang populer di
wilayah Kecamatan Patrang Kabupaten Jember. Industri ini memproduksi tahu
mentah sekaligus tahu goreng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah
persediaan bahan baku kedelai secara optimal yang seharusnya dilakukan Usaha
Kecil Saudara Jaya, waktu yang tepat untuk melakukan pembelian ulang bahan
baku kedelai, frekuensi optimal pembelian bahan baku kedelai, serta total biaya
pemesanan optimal yang dilakukan untuk pengadaan bahan baku kedelai Usaha
Kecil Saudara Jaya Kabupaten Jember. Jenis penelitian ini adalah deskriptif
kuantitatif dengan memaparkan bagaimana pengendalian persediaan bahan baku
yang dilakukan perusahaan lewat data yang diperoleh dan di analisis. Alat analisis
yang digunakan dalam penelitian ini antara lain Economic Order Quantity (EOQ)
untuk mengetahui kuantitas optimal pembelian bahan baku, alat analisis Re-Order
Point (ROP) untuk mengetahui waktu yang tepat untuk melakukan pembelian ulang
bahan baku, frekuensi pembelian dalam satu tahun, Safety Stock (SS) untuk
mengetahui persediaan pengaman yang harus dimilkiki perusahaan, dan Total
Inventory Cost (TIC) untuk mengetahui total biaya penyimpanan yang dilakukan
oleh perusahaan. Berdasarkan hasil analisis dengan metode EOQ, Usaha Kecil
Saudara Jaya sebaiknya melakukan pemesanan bahan baku di tahun 2019 sebesar
73,2 Ton dengan frekuensi pemesanan 9 kali, ROP tiap 165 kg, Safety Stock sebesar
2,4 Ton dan biaya total penyimpanan sebesar Rp 203.882.
Kata kunci: EOQ, pengendalian persediaan, biaya persediaan, bahan baku, ROP,
Safety Stock, TIC, kedelai .