Abstract :
Limbah dari sektor peternakan seperti kotoran kambing berpotensi untuk dibuat bahan bakar dalam bentuk briket, akan tetapi diperlukan bahan lainnya agar dapat menyala maka dipilihlah kulit kopi sebagai bahan campuran. Briket biomassa umumnya menggunakan perekat dari tapioka, tetapi tapioka merupakan bahan pangan. Daun mengkudu berpotensi untuk dijadikan perekat briket kotoran kambing dan kulit kopi sebagai pengganti tapioka karena daun mengandung tannin yang berguna untuk merekatkan partikel. Penelitian ini dilakukan untuk membuat briket kototoran kambing dan kulit kopi menggunakan perekat daun mengkudu dan mengetahui karakteristik briket yang dihasilkan. Briket dibuat dengan persentase perekat daun mengkudu 20%, 25% dan 30%. Komposisi briket yang dihasilkan mempunyai karakteristik yang memenuhi Standar Nasional Indonesia untuk mutu briket yaitu KKM1. Komposisi briket terbaik adalah pada perlakuan daun mengkudu 20% dengan kadar air 5,96%, kadar abu 5,54%, densitas 0,66g/cm3 dan kuat tekan 1,10 kg/cm2.