DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Penambahan Edamame (Glycin max (L) Merrill) terhadap Kadar Serat dan Daya Terima Boba Pearl
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Latifa, Sabrina Nur Hidayatul
Subject
163 - Teknologi Pertanian 
Datestamp
2022-08-15 02:44:26 
Abstract :
Boba merupakan bulatan-bulatan kenyal yang digemari oleh semua kalangan umur. Boba terbuat dari tepung tapioka dan air, yang jika dikonsumsi berlebihan mengakibatkan adanya masalah pada pencernaan. Hal ini disebabkan boba memiliki kandungan serat yang rendah. Untuk mendapatkan boba yang enak dan sehat (bernutrisi dan serta tinggi serat) diperlukan modifikasi dengan bahan-bahan dan takaran yang tepat. Salah satu bahan makanan tinggi serat adalah edamame (Glycine max (L.) Merrill). Edamame dikatakan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Kandungan proteinnya rata-rata lebih dari 40%, termasuk semua asam amino penting yang tidak dimiliki oleh tanaman pangan lain. Diketahui dalam 100 gram edamame memiliki kandungan serat dan protein yang cukup tinggi, vitamin A, B, zat besi, dan kalsium juga terkandung dalam jumlah tinggi. Manfaat lainnya yaitu mencegah dan mengobati penyakit jantung, diabetes, menangkal radikal bebas, dan mencegah penuaan dini. Kandungan serat pada edamame bermanfaat untuk menjaga saluran pencernaan, sehingga dapat melancarkan proses pencernaan dalam tubuh. Manfaat lainnya yaitu sebagai menurunkan tekanan darah serta dapat mengurangi gangguan saat menopause. Maka dari itu inovasi penambahan sari edamame diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi dari boba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan edamame terhadap kadar serat dan daya terima boba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April ? Juni 2022 di Lab Pengolahan Pangan dan Lab Analisis Pangan Politeknik Negeri Jember. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 1 faktor, yaitu penambahan konsentrasi sari edamame yang terdirI atas 0% (P1), 10% (P2), 20% (P3), 30% (P4), 40% (P5). Perlakuan pertama yaitu P1 sebagai kontrol tidak ditambahkan sari edamame sama sekali. Perlakuan kedua yaitu P2 ditambahkan edamame sebanyak 10%. Perlakuan ketiga yaitu P3 ditambahkan sari edamame sebanyak 20%. Perlakuan keempat yaitu P4 ditambahkan sari edamame sebanyak 30%. Perlakuan kelima yaitu P5 ditambahkan sari edamame sebanyak 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari edamame pada boba menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata terhadap uji kadar serat, kadar protein dan kadar air. Semakin banyak penambahan konsentrasi sari edamame maka semakin tinggi pula jumlah kadar serat, kadar protein dan kadar airnya. Adapun pada pengujian daya terima yang berdasarkan uji hedonik, semakin tinggi konsentrasi penambahan edamame maka semakin tinggi pula tingkat kesukaan panelis terhadap atribut warna dan rasa. Pada tekstur terjadi kenaikan skor kesukaan pada penambahan 10% sari edamame dan terjadi penurunan skor kesukaan pada penambahan selanjutnya. Sedangkan pada atribut aroma penambahan sari edamame pada boba tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kesukaan panelis. 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember