Abstract :
Pemberian natrium nitrit dapat mempengaruhi kemampuan eritrosit untuk
membawa oksigen sehingga menyebabkan jumlah eritrosit menurun. Salah satu
penyakit yang ditandai dengan penurunan jumlah eritrosit adalah anemia. Anemia
adalah penurunan jumlah sel darah merah (eritrosit), kadar hemoglobin, dan kadar
hematokrit di bawah batas ambang normal. Makanan sumber zat besi dapat
meningkatkan jumlah eritrosit yaitu tepung tempe kecambah kedelai. Tepung
tempe kecambah kedelai mengandung zat besi sebanyak 9,4 mg. Sedangkan
larutan hasil saring dari tepung tempe kecambaah kedelai mengandung 2,72 mg.
tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pemberian tepung
tempe kecambah kedelai terhadap jumlah eritrosit pada tikus putih (Rattus
norvegicus) anemia. Jenis penelitian ini adalah true-experimental dengan pre-post
test with control grup design. Penelitian ini menggunakan 24 ekor tikus jantan
galur wistar dengan berat badan 180-250 gram yang berusia 2-3 bulan. Tikus
dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan
perlakuan. Kelompok kontrol negatif hanya diberi pakan standart, kelompok
kontrol positif diberi perlakuan natrium nitrit sebanyak 3ml/200gBB/hari dengan
disonde lambung, dan kelompok perlakuan diberikan natrium nitrit sebanyak 3ml
dan tepung tempe kecambah kedelai sebanyak 4ml/ /tikus/hari. Data dianalisis
menggunakan uji Paired T-Test dan uji One Way Anova dilanjutkan uji Post Hoc.
Perubahan rata-rata setelah pemberian tepung tempe kecambah kedelai pada
jumlah eritrosit yaitu 7,04 juta/UI menjadi 9,3 juta/UI. Terdapat perbedaan jumlah
eritrosit pada tikus yang diintervensi tepung tempe kecambah kedelai pada
kelompok perlakuan (p = 0,012)
.
Kata kunci: jumlah eritrosit, natrium nitrit, tepung tempe kecambah kedelai