Abstract :
Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan sayuran buah yang
dibutuhkan sehari-hari oleh masyarakat Indonesia sebagai bumbu dapur. Cabai
merah memiliki rasa pedas dan banyak mengandung vitamin C. Cabai merah juga
banyak digunakan untuk industri makanan kaleng, saus dan industri obat- obatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan aplikasi
berbagai jenis mulsa dalam mendukung pertumbuhan dan produksi tanaman cabai
merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga bulan Oktober 2021 di
lahan Desa Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember dengan
ketinggian ± 119 mdpl.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok
(RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan yaitu, M0 Kontrol (Tanpa Mulsa), M1 (Mulsa
Plastik Hitam Perak), M2 (Mulsa Jerami), M3 (Mulsa Limbah Kulit Kopi).
Masing-masing perlakuan yang diulang sebanyak 6 kali, sehingga menghasilkan
24 bedeng untuk seluruh perlakuan dengan luas lahan 133,28 m2
. Dengan luasan
133,28 m2 masing-masing bedengan berukuran 1,1 m × 4,5 m, jarak antar bedeng
0,3 m. Jumlah tanaman per bedeng sebanyak 14 tanaman dengan jarak tanam 50
× 60 cm, dengan total populasi cabai merah yang ditanam sebanyak 336 tanaman
dengan sampel diambil dari setiap bedengannya yaitu sebanyak 7 sampel
tanaman.
Hasil penelitian ini setelah diuji mengunakan uji F memberikan pengaruh
tidak berbeda nyata pada pemberian perlakuan mulsa kontrol tanpa mulsa, mulsa
plastik hitam perak, mulsa jerami, mulsa limbah kulit kopi terhadap parameter
tinggi tanaman per sampel, panjang buah per sampel, diameter buah per sampel,
jumlah buah per sampel, berat buah per tanaman, dan berat buah per bedeng.