Abstract :
PRODUKSI DAN PEMASARAN BAKSO IKAN LELE BEKU, Anjakhafi
Yahyalloh, NIM B32192112, Tahun 2022, 65 halaman, Teknologi Pertanian,
Politeknik Negeri Jember, Irene Ratri Andia Sasmita, S.TP, MP. (Dosen
Pembimbing).
Ikan Lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas ikan yang banyak
dibudidayakan oleh masyarakat dan jumlahnya yang melimpah. Jumlah produksi
yang besar akan mengalami kerugian jika tidak disertai dengan teknologi
pengolahan yang tepat. Pada umumnya masyarakat hanya menjual ikan lele saat
kondisi segar saja tanpa harus mengolahnya menjadi produk olahan, padahal
dengan mengolahnya terlebih dahulu akan meningkatkan nilai jual dan umur
simpan yang lebih lama mengingat produk hasil perikanan memiliki umur simpan
yang singkat. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan yaitu dengan
mengolahnya menjadi produk olahan berupa bakso ikan. Alasan dipilihnya bakso
ikan sebagai produk olahan dikarenakan bakso termasuk jenis makanan yang
disukai masyarakat serta masuk dalam kategori makanan siap saji, selain itu bakso
yang diolah dalam bentuk frozen food memiliki umur simpan lebih lama jika
dibandingkan dengan bakso pada umumnya yang berbentuk olahan biasa.
Bakso ikan ialah hasil olahan daging ikan yang dihaluskan (kandungan
daging ikan tidak kurang dari 50%), dicampur dengan tepung pati, kemudian
dibangun bulat-bulat dengan tangan sebesar kelereng ataupun lebih besar serta
dimasukkan ke dalam air panas. Komponen daging yang berfungsi dalam produk
bakso adalah protein yang berfungsi sebagai pengikat dan emulsifier. Untuk
memperpanjang umur simpan, biasanya bakso ikan dikemas menggunakan
kemasan plastik khusus tanpa udara dengan cara menggunakan alat vacuum sealer,
kemudian disimpan dalam keadaan beku.
Bakso merupakan makanan cepat saji yang disukai masyarakat karena
kepraktisannya dan dapat diolah dalam bentuk frozen food atau makanan beku.
Pengertian frozen food sendiri yaitu makanan yang sengaja dibekukan dan disimpan
pada suhu beku, frozen food dinilai lebih praktis oleh para konsumen karena kepraktisan dalam penyajiannya. Teknik pembekuan termasuk salah satu metode
paling baik dalam mengawetkan makanan serta memiliki berbagai keunggulan
diantaranya, gizi yang terkandung dalam makanan lebih terjaga, karakteristik
produk tetap utuh sampai lama penyimpanan tertentu, dan lebih aman bagi tubuh
dikarenakan tidak adanya bahan pengawet kimia yang ditambahkan pada produk.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses produksi bakso ikan
lele beku yang baik sehingga dapat disukai oleh konsumen dan menganalisis
kelayakan usaha serta mengetahui cara pemasaran yang baik untuk mememasarkan
bakso ikan lele beku. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April ? Juni 2022 di
rumah penulis yang beralamatkan Gg. Masjid, Dusun Serbet, RT 02/RW 01, Desa
Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.
Produk bakso ikan lele beku selama 15 kali produksi menghasilkan 120
kemasan, atau 8 kemasan pada setiap produksinya. Berat bersih produk bakso ikan
lele beku yakni 200 gram/kemasan. Harga jual sebesar Rp 16.000/ kemasan. Total
biaya produksi Rp 1.400.576, keuntungan sebesar Rp 71.424 dan laju
keuntungannya sebesar 5,1%, B/C Ratio 1,05 yang artinya usaha ini layak untuk
dilakukan.