DETAIL DOCUMENT
Pengaruh Pemberian Biochar Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Lindak (Theobroma cacao L.) Klon Sulawesi 01
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Maisyaroh, Siti
Subject
155 - Perkebunan 
Datestamp
2022-08-22 04:20:14 
Abstract :
Pengaruh Pemberian Biochar Pada Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kakao Lindak (Theobroma cacao L.) Klon Sulawesi 01, Siti Maisyaroh, NIM. A32191999, Tahun 2022, 89 halaman, Produksi Tanaman Perkebunan, Produksi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Ir. Usken Fisdiana, MST Pembimbing. Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan salah satu komoditas andalan perkebunan memegang peranan penting dalam perekonomian nasional. Teknologi penting dalam budidaya kakao adalah pembibitan, yang merupakan pemasok utama bahan tanaman dilapangan. Salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan bibit adalah media tumbuh. Syarat media tanam yang baik adalah bahwa memiliki sifat yang mudah dalam menyerap dan menahan air dalam jangka waktu yang relatif lama. Aplikasi biochar ke lahan pertanian meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air dan hara, memperbaiki kegemburan tanah, mengurangi penguapan air dari tanah dan menekan perkembangan penyakit tanaman tertentu serta menciptakan habitat yang baik untuk mikroorganisma simbiotik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biochar yang paling baik dalam mempercepat pertumbuhan bibit kakao lindak (Theobroma cacao L). Kegiatan ini dilaksanakan di lahan PTPN XII Kebun Kendeng Lembu, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi September 2021 sampai Januari 2022. Metode analisa yang digunakan pada kegiatan ini yaitu Uji - T. Kegiatan ini terdiri dari 2 perlakuan yaitu P0 bibit kakao yang tidak di berikan biochar (kontrol) dan P1 bibit kakao yang telah di berikan biochar (40 gram/polibag). Parameter yang di amati adalah tinggi bibit, jumlah daun, diameter batang, berat basah brangkasan dan berat kering brangkasan. Biochar menunjukkan bahwa penambahan biochar memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi bibit, dan jumlah daun,dan berbeda tidak nyata pada parameter diameter batang, berat basah brangkasan, dan berat kering brangkasan. Nilai rata-rata pada pengamatan terakhir minggu ke-14 dari masing-masing parameter perlakuan P0 yaitu tinggi bibit (cm) 65,38 , jumlah daun (helai) 22,1 diameter batang (mm) 11,04, berat basah brangkasan (gram) 62,7, dan berat kering brangkasan (gram) 33,8. Sedangkan nilai rata-rata pada pengamatan terakhir minggu ke-14 dari masing-masing parameter perlakuan P1 yaitu tinggi bibit (cm) 59,08 , jumlah daun (helai) 20,06, diameter batang (mm) 10,64, berat basah brangkasan (gram) 61,3, dan berat kering brangkasan ( gram) 30,21. 
Institution Info

Politeknik Negeri Jember