Abstract :
Produksi dan Pemasaran Biskuit Tamago Boro Cappucino Dengan Isian
Rasa Coklat, Almer Ega Andiwijaya, NIM B32191541, Tahun 2022, 48 halaman
Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Mokh. Fatoni Kurnianto. S.TP,
MP (Dosen Pembimbing)
Biskuit sudah diakui secara luas sebagai makanan ringan yang mudah
dicerna, rasa enak dan mudah diperoleh sehingga semua orang menyukai produk
biskuit. Harganya yang terjangkau membuat biskuit menjadi sangat populer
dikalangan masyarakat dari kelas bawah, menengah, hingga atas. Salah satu cara
mengembangakan inovasi dari produk biskuit yaitu menambahkan bahan baku
maupun varian rasa agar menjadi lebih nikmat dan disukai oleh masyarakat seperti
biskuit tamago boro cappucino dengan isian rasa coklat.
Biskuit tamago boro cappucino dengan isian rasa coklat adalah biskuit
yang berbahan dasar tepung maizena, telur, susu kental manis kemudian dicampur
dengan bubuk cappucino dan bahan tambahan pangan lainnya dengan isian rasa
coklat yang berada didalamnya. Adapun manfaat dari penambahan bubuk
cappucino dan coklat diantaranya dapat membuat suasana hati (moods) menjadi
baik/senang.
Proses produksi biskuit tamago boro cappucino dengan isian rasa coklat
dilaksanakan selama 1 bulan dari bulan mei hingga bulan juni dengan 15 kali
produksi yang menghasilkan 150 kemasan. Setiap sekali produksi menghasilkan
10 kemasan dengan berat 200 gram dan dijual dengan harga Rp. 15.000/kemasan.
Pemasaran yang dilakukan yaitu secara langsung dan menggunakan media sosial
seperti whatsapp dan instagram serta menitipkan ke toko yang cukup ramai
pembeli.. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan sebesar Rp. 698.748,2
dengan laju keuntungan 45% dan B/C ratio 1,45. Jika B/C rationya lebih dari 1
(>1) dapat dikatakan usaha biskuit tamago boro cappucino dengan isian rasa
coklat layak dijalankan. Beradasarkan data yang didapatkan dari para panelis
biskuit ini memiliki warna coklat kekukingan, teksturnya empuk dan renyah,
aromanya khas biskuit cappucino, dan rasanya manis dan berasa coklat.