Abstract :
Cookies adalah salah satu jenis kudapan yang digemari oleh semua kalangan
baik dari anak-anak hingga dewasa. Cookies yang beredar di pasaran dapat
dikatakan hanya sebagai sumber energi karena menggunakan tepung, gula, dan
lemak sebagai bahan penyusunnya, sedangkan menurut Pakhri (2017)
menyebutkan bahwa cookies yang sehat sebaiknya tidak hanya mengandung energi
saja, tetapi juga mengandung antioksidan, vitamin, mineral, protein, dan serat
pangan yang baik untuk kesehatan. Hal ini menunjukkan bahwa cookies yang
beredar di pasaran masih memiliki kandungan protein dan serat yang rendah
sehingga diperlukan bahan pangan yang tinggi serat dan protein untuk menambah
atau menyeimbangkan gizi cookies. Salah satu sumber bahan yang dapat
menunjang keseimbangan gizi cookies tersebut adalah dengan implementasi
penambahan tepung biji nangka dan serbuk daun peppermint.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penambahan
tepung biji nangka dan serbuk daun peppermint terhadap karakteristik fisikokimia
cookies dan menghasilkan suatu diversifikasi olahan pangan cookies yang sehat dan
kaya nutrisi. Metode rancangan percobaan yang dilakukan adalah Rancangan Acak
Lengkap (RAL) satu faktorial yaitu penambahan tepung biji nangka dengan
konsentrasi 0%, 10%, 20%, 30% dan 40% dan 2 gram serbuk daun peppermint pada
setiap perlakuan.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung biji
nangka dan serbuk daun peppermint berpengaruh signifikan terhadap karakteristik
fisik dan kimia (kadar serat dan protein) cookies akan tetapi tidak berpengaruh
signifikan terhadap kadar air cookies. Pada pengujian karakteristik fisik cookies
berupa tingkat kekerasan, berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat
kekerasan cookies berada pada rentang nilai antara 19,84 ? 52,38 N. Hal ini
viii
membuktikan bahwa semaking tinggi penambahan tepung biji nangka maka
semakin keras pula tekstur cookies yang dihasilkan. Adapun untuk pengujian
karakteristik kimia yaitu pada pengujian kadar serat dan protein memiliki pengaruh
yang berbeda nyata terhadap karakteristik serat dan protein cookies yang dihasilkan.
Hal ini ditunjukkan berdasarkan data diagram hasil pengujian yang menyebutkan
bahwa semakin tinggi penambahan tepung biji nangka dengan konsentrasi serbuk
daun peppermint yang sama maka kadar serat dan protein yang dihasilkan juga akan
semakin tinggi. Pada pengujian kadar serat, hasil analisis menunjukkan persentase
kadar serat dengan rentang nilai antara 0,16 ? 2,13%. Sedangkan untuk hasil
persentase pengujian kadar protein berada pada rentang nilai antara 9,49 ? 13,03%.
Adapun untuk pengujian kadar air tidak memiliki perbedaan yang nyata. Hal ini
ditunjukkan dengan data diagram yang menjelaskan bahwa semakin tinggi
penambahan tepung biji nangka dengan konsentrasi daun peppermint yang sama
maka kadar air akan semakin berkurang. Persentase hasil pengujian kadar air berada
pada rentang nilai antara 4,67 ? 3,74%.
ix