Abstract :
Proses Produksi Dan Pemasaran Cookies Coklat Dengan Subtitusi Tepung
Modified Casava (Mocaf), Shella Anggraita Rusyanto, Nim B32180843,
Tahun 2021, 66 hlm, Teknologi Pertanian, Politeknik Negeri Jember,
Mokhamad Fatoni K,S.Tp, MP (Pembimbing I), M. Ardiyansyah Surya N,
S,Si, M.Si (Ketua Penguji), Mulia Winirsya Apriliyanti, S.TP., MP (Anggota
Penguji)
Cookies (kue kering) adalah salah satu jenis makanan ringan (camilan)
yang sangat digemari masyarakat baik di perkotaan maupun di pedesaan.
Cookies merupakan kue manis yang berukuran kecil-kecil yang dibuat
dengan bahan dasar tepung terigu dan bahan tambahan lain (Lemak, Telur dll)
yang kemudian dipanggang. Cookies sebagai makanan kecil sendiri berfungsi
sebagai makanan yang dapat mempertahankan kondisi tubuh agar tidak
menurunkan daya kerja. Aneka produk cookies dipasaran saat ini
memiliki banyak variasi mulai dari bentuk dan rasa, hal tersebut
memungkinkan cookies dapat dikembangkan dengan penambahan coklat
sebagai pembentuk rasadan warna cookies. Saat ini, di Indonesia coklat masih
menjadi komoditi perkebunan yang potensial dan andalan sebagai komoditi
penambahan devisa Negara. coklat digemari karena memiliki cita rasa dan
aroma yang khas. Coklat sendiri dapat bermanfaat sebagai antioksidan, dan
flavonoid yang sangat berguna untuk mencegah masuknya radikal bebas ke
dalam tubuh yang bisa menyebabkan kanker. Tujuan kegiatan Proyek Usaha
Mandiri (PUM) untuk mendapatkan formulasi dan proses pembuatan cookies
coklat yang baik dapat diterima konsumen,menghitung analisa biaya produksi,
dan memasarkan produk cookies coklat.
Metodologi yang digunakan dalam produksi cookies coklat meliputi pra
produksi dan produksi. Tahap proses produksi cookies coklat dalam Proyek
Usaha mandiri (PUM) terdiri dari persiapan alat dan bahan; pencampuran I;
pencampuran II; pencampuran III; pencetakan; pengovenan; pengemasan.Produksi cookies selama 15 kali produksi menghasilkan 1654 cookies
yang dijual dengan harga Rp. 9.000. Keuntungan yang didapatkan sebesar Rp.
460.694,48 dengan laju keuntungan 29,45% dari hasil penjualan cookies kopi.
Usaha tersebut layak untuk dilakukan karena mengacu dari B/C Ratio sebesar
1,2 dimana R/C Ratio > 1 maka usaha produksi cookies coklat tersebut layak
sebagai usaha.