Abstract :
Sapi potong merupakan hewan ternak yang memiliki potensi ekonomi cukup menjajikan sebagai bahan pangan. Keberhasilan dalam beternak sapi tidak hanya pada pengembangan jumlah sapi yang dipelihara, tetapi juga dalam segi pengawasan dan perawatan. Tingginya permintaan daging pada kalangan masyarakat, namun peternakan lokal Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan tersebut dikarenakan beberapa faktor salah satunya penyakit kembung (bloat) pada ternak.
Ternak sapi dapat menunjukkan gejala sakit yang terjadi secara tiba-tiba, salah satunya yaitu kembung atau disebut Bloat yaitu keadaan dimana rumen mengembang atau membesar akibat kelebihan gas yang tidak bisa cepat keluar. Penyebab terjadinya bloat yaitu dari faktor pemberian pakan konsentrat yang terlalu banyak dan pemberian hijauan segar pada ternak yang diberikan secara langsung tanpa dilayukan terlebih dahulu.
Pengamatan ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari tanggal 1 September sampai dengan 31 Desember di UD. Ternak Sapi Sumber Jaya, Dusun Pilanggot, Desa Wonokromo, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Adapun tujuan dari pengamatan yaitu untuk mengetahui gejala klinis bloat, faktor penyebab bloat, pengobatan dan pencegahan bloat pada UD. Ternak Sapi Sumber Jaya. Analisis yang digunakan dalam pengamatan ini yaitu menggunakan analisis deskriptif.
Hasil pengamatan ini menunjukan bahwa gejala klinis bloat yang terjadi di UD. Ternak Sapi Sumber Jaya yaitu mata memerah, mengeluarkan lendir dengan disertai darah dari feses sapi, hidung kering, perut bagian kiri membesar, nafsu makan menurun, dan tidak bisa berdiri. Pengobatan yang dilakukan yaitu dengan melakukan pemberian hijauan terus menerus dengan cara di loloh dan pemberian Injectamin 10 mL dan Sulpidon 15 mL serta pemberian minyak goreng sebanyak 250 mL dan dicampur dengan air secukupnya. Pencegahan yang dilakukan di UD. Ternak Sapi Sumber Jaya yaitu dengan tidak memberikan hijauan segar yang baru dipanen karena memiliki kadar air cukup tinggi. Selain itu dengan memberikan vitamin berupa Injectamin dan Sulpidon.