Abstract :
Sapi perah merupakan salah satu ternak perah yang mampu merubah makanan menjadi air susu yang bermanfaat bagi manusia. Peningkatan hasil produksi susu dapat dilakukan melalui peningkatan manajemen pemeliharaan sapi perah seperti dilakukannya pemuliaan dan reproduksi, penyediaan dan pemberian pakan, serta pencegahan dan pengobatan penyakit. Penyakit yang umum terjadi pada sapi perah adalah gangguan metabolisme. Salah satu gangguan metabolisme yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus adalah hipokalsemia. Hipokalsemia adalah gangguan metabolisme pada hewan yang dapat terjadi sebelum, sewaktu, atau beberapa jam sampai dengan 72 jam setelah melahirkan yang ditandai dengan hewan depresi umum, tidak dapat berdiri karena kelemahan bagian belakang dan tidak sadarkan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kejadian hipokalsemia, penyebab terjadinya hipokalsemia serta pengobatan dan pencegahan hipokalsemia di UD. Handoyo Blitar. Pengambilan data dilakukan selama tiga bulan yang bertempat di UD. Handoyo yang beralamat di desa Ngaglik, kecamatan Srengat, kabupaten Blitar, Jawa Timur. Sapi yang digunakan sebanyak 139 ekor. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, tingkat kejadian kasus penyakit hipokalsemia di UD. Handoyo masih dalam batas wajar dengan persentase sebesar 10%. Penyakit hipokalsemia pada sapi perah Peranakan Fresian Holstein (PFH) yang ada di UD. Handoyo diduga disebabkan oleh faktor umur, produksi susu yang tinggi dan stress saat melahirkan. Tingkat kesembuhan penyakit hipokalsemia di UD. Handoyo dikategorikan tinggi dengan persentase sebesar 100%.