Abstract :
Tanaman vanili sering disebut sebagai ?emas hijau? karena nilai
ekonomisnya yang tinggi. Dari tahun 2015 hingga 2019, ekspor produk vanili
Indonesia tercatat sebesar 35,55% dan ketika tahun 2019 setelah Madagaskar dan
Prancis, Indonesia menyusul pada rangking ketiga pengeksplor terbesar dunia
(Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, 2020). Pengembangan vanili
Indonesia mengalami kendala yaitu adanya gangguan dari hama penyakit yang
merusak bibit vanili sehingga prosentase kematiannya tinggi. Perbanyakan in vitro
adalah teknik perbanyakan vegetatif yang dapat digunakan untuk menanggulangi
masalah tersebut. Faktor yang mempengaruhi tanaman dapat tumbuh secara
optimal pada kultur jaringan yaitu media dasar yang digunakan dan zat pengatur
tumbuh (ZPT) yang ditambahkan. Salah satu ZPT alami yang sering dipergunakan
pada kultur vanili yaitu air kelapa.
Kegiatan laporan akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
penambahan beberapa konsentrasi air kelapa terhadap pertumbuhan eksplan kultur
vanili (Vanilla planifolia Andrews.). Metode yang digunakan yaitu Rancangan
Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan variasi konsentrasi penambahan air
kelapa umur 12 bulan 0, 5, 10, 15, 20% dengan pengulangan sebanyak 4 kali.
Hasil kegiatan tugas akhir menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi air
kelapa umur 12 bulan sebanyak 10% mempengaruhi kedinian bertunas dengan
rerata kedinian bertunas 9 hari. Penambahan konsentrasi air kelapa umur 12 bulan
sebanyak 0% mempengaruhi kedinian berakar dan panjang akar dengan rerata
kedinian berakar 11 hari dan rerata panjang akar 7,40 cm. Penambahan konsentrasi
air kelapa umur 12 bulan sebanyak 15% mempengaruhi berat basah eksplan dengan
rerata berat basah eksplan 1,31 gram saat eksplan berumur 10 minggu setelah
inokulasi. Penambahan air kelapa 5-20% tidak memiliki pengaruh yang nyata untuk
parameter jumlah akar, jumlah daun dan tinggi eksplan vanili.