Institusion
Politeknik Negeri Jember
Author
Mahardika, Fajar Bagaskara
Subject
163 - Teknologi Pertanian
Datestamp
2022-08-31 07:00:32
Abstract :
PRODUKSI DAN PEMASARAN KERIPIK SELADA KERITING, Fajar
Bagaskara Mahardika, NIM B32190534, Tahun 2022, 74 halaman, Teknologi
Pertanian, Politeknik Negeri Jember, Irene Ratri Andia Sasmita, S.TP, MP.
(Dosen Pembimbing).
Selada Keriting (lollo verde) merupakan salah satu sayuran yang banyak
dibudidayakan oleh masyarakat dan jumlahnya yang banyak. Jumlah produksi
yang besar akan mengalami kerugian jika tidak disertai dengan teknologi
pengolahan yang tepat. Selama ini masyarakat hanya memanfaatkan selada
keriting ini sebagai lalapan, salad, maupun isian roti burger padahal selada
keriting ini dapat diolah menjadi sesuatu yang baru dapat meningkatkan nilai jual
dan meningkatkan umur simpan mengingat produk hasil pertanian memiliki umur
simpan yang singkat. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan yaitu
dengan mengolahnya menjadi produk olahan berupa keripik sayuran.
Keripik merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat dan dapat
digolongkan sebagai makanan cepat saji. Keripik Sayuran adalah produk yang
terbuat dari sayuran segar yang dicampur dengan tepung dan bumbu-bumbu yang
kemudian dimasak dalam minyak yang panas. Untuk memperpanjang umur
simpan, biasanya keripik sayuran dikemas dalam kemasan plastik atau standing
pouch yang kemudian ditutup dengan rapat dan disimpan dalam suhu ruang.
Daya terima konsumen terhadap produk keripik selada keriting dapat
diketahui melalui uji hedonik dan mutu hedonik. Pada kriteria warna, uji hedonik
menunjukkan kisaran angka 4,16 yaitu suka dan uji hedonik menunjukkan kisaran
angka 3,92 yaitu kuning keemasan. Pada kriteria aroma uji hedonik berkisaran
angka 4,12 yaitu suka dan uji mutu hedonik kisaran angka 3,92 beraroma khas
rempah. Pada kriteria rasa menunjukkan angka sebesar 4,12 yaitu suka dan uji
mutu hedonik sebesar 3,92 yaitu rasa gurih. Pada kriteria tekstur uji hedonik
memiliki kisaran angka 4,2 yaitu suka dan uji mutu hedonik kisaran angka sebesar
4,4 yaitu bertekstur renyah. Titik kritis pada proses produksi keripik selada keriting terdapat pada saat
proses penggorengan dimana api kompor harus dalam keadaan api sedang jika
api kompor kecil atau besar akan mempengaruhi kematangan keripik selada
keriting. Jika menggunakan api kecil kematangan keripik selada keriting akan
lama dan matangnya hanya bagian luarnya saja sedangkan penggunaan api besar
proses matang lebih cepat tetapi tingkat kematangannya menjadi gosong.
Produk keripik selada keriting selama 15 kali produksi menghasilkan 105
kemasan, atau 7 kemasan pada setiap produksinya. Berat dari produk keripik
selada keriting yaitu 100gram/ kemasan. Harga jual Rp. 10.500/ kemasan. Total
biaya produksi Rp. 980.434,68, keuntungan sebesar Rp. 122.065,32 dan laju
keuntungannya sebesar 12,4%, B/C ratio 1,12.