Abstract :
Tanaman vanili (Vanilla planifolia) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai jual mahal. Tanaman vanili dapat diperbanyak dengan konvensional menggunakan biji atau stek batang. Perbanyakan tanaman secara konvensional memiliki beberapa kekurangan yaitu membutuhkan waktu yang lama dalam pembungaannya dan mudah terserang hama dan penyakit. Kekurangan dalam perbanyakan dengan teknik ini dapat diatasi dengan perbanyakan secara in vitro dengan penambahan zat pengatur tumbuh. Kegiatan tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zat pengatur tumbuh sitokinin terhadap perbanyakan tanaman vanili secara in vitro. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan pada bulan Juni 2020 sampai dengan Desember 2020. Pelaksanaan tugas akhir ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, 9 perlakuan, 3 ulangan dan tiap ulangan terdapat 3 sampel. Faktor pertama adalah ZPT sitokinin jenis BAP dengan 3 taraf yaitu 0 mg/l, 1,5 mg/l dan 3 mg/l. Faktor kedua adalah ZPT sitokinin jenis kinetin dengan 3 taraf yaitu 0 mg/l, 1 mg/l dan 2 mg/l. Hasil kegiatan tugas akhir menunjukkan bahwa 1) Penambahan sitokinin tidak mempengaruhi kedinian bertunas eksplan vanili pada perbanyakan tanaman vanili secara in vitro. 2) Penambahan sitokinin jenis BAP berpengaruh terhadap jumlah tunas dan panjang tunas eksplan vanili pada 10 msi dengan rerata jumlah tunas 4-5 tunas/eksplan pada penambahan sitokinin jenis BAP 1,5 mg/l dan 3,0 mg/l serta rerata panjang tunas tertinggi 2 cm pada penambahan sitokinin jenis BAP 1,5 mg/l.